Maluku Tenggara Barat

Astaga.. Upah Karyawan PT. Kalwedo Kidabela Dari Tahun 2014 Hingga Kini Tak Terbayar

20668506_1840523115963036_951744515_n
Kapal Ferry Egron masih berlabuh bersama ABK di PT Dock Wayame di Ambon

Ambon, Maluku.- Apes benar nasib karyawan PT Kalwedo Kidabela yang kesehariannya berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Sardinela dan Kapal Ferry Egron. ABK yang kesehariannya melayani para penumpang kapal Egron hingga kini tak jua mendapat haknya sebagai karyawan (upah). Parahnya hak yang tak didapat  itu bervariasi, ada yang sejak tahun 2014 belum didapat hingga kini.

Dugaan Korupsi pun kian menguat di perusahan berpelat merah milik Kabupaten bertajuk Duan Lolat itu. Pihak PT Kalwedo Kidabela lewat Direktur Utama, Poly Sabono yang dikonfirmasi INTIM NEWS perihal hak karyawan yang belum dibayarkan sejak tahun 2014 berkilah, hal tersebut ansih tanggungjawab perusahan bukan dirinya sebagai penanggungjawab perusahan itu.

Dia mengaku jika itu sudah dibayarkan rutin sejak dia menduduki jabatan Dirut pada September 2016. Sehingga untuk upah ABK yang belum dibayar sejak 2014 menjadi tanggungjawab perusahaan, namun memang dia tidak dapat memastikan kapan akan dibayarkan.

“Gajinya ABK sudah dibayar, saya baru laksanakan tugas 2016, ketika saya masuk pembayaran gaji sejak September 2016 proses gaji berjalan dengan lancar. Kalau yang di tahun 2014 itu tetap jadi tanggung jawab perusahaan,” kilahnya.

Baca Juga : Naik Docking Tahunan, Agustus 2017 Kapal Ferry Egron Dipastikan Beroperasi

Namun sehubungan dengan itu, sumber INTIM NEWS yang enggan namanya dipublikasikan mengungkapkan hingga saat ini tak hanya ada upah karyawan PT Kalwedo Kidabela dari tahun 2014 yang belum terbayar namun masih banyak upah karyawan (ABK) yang tak dibayarkan oleh PT yang dipimpin oleh Sabono itu.

“ Kalau upah, bukan cuma dari tahun 2014 (yang belum terbayarkan) namun ada juga yang belum dibayarkan 13 bulan upah (2016-2017). Tak hanya itu ada karyawan juga di tahun 2017 hanya mendapat Upah 4 bulan. Kalau saat ini bulan Juni 2017 hanya mendapat setengah dari total upah yang harus didapat, “ Beber Sumber.

Akibat tak terbayarnya gaji karyawan (ABK), menyebabkan Kapal Ferry Egron hingga kini tak jua dapat melaut. Meski pihak PT Kalwedo Kidabela beralibi belum melautnya Kapal Ferry Egron karena tengah menunggu proses Docking di PT Dock dan Perkapalan Wayame di Ambon.

“Proses docking masih berjalan, menyesuaikan dengan waktu. Kita harus mengurus surat-surat proses berlayar, ada sertifikat yang berlaku 3 bulan dan harus diperpanjang. Saya jaminkan Agustus 2017 ini sudah operasi,” Tandasnya.

Sehubungan dengan itu, Farham Suneth, salah satu akitivis anti korupsi Maluku (LSM Aliansi Indonesia) mendesak pihak Kejaksaan Tinggi Maluku untuk menyelidiki permasalahaan tersebut.

Selain itu pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku juga didesak untuk segera turun langsung menangani permasalaahan hubungan industrial tersebut hingga tuntas.

“Kalau berhubungan dengan upah yang belum terbayarkan dari tahun 2014, lantas seperti apa pertanggungjawabannya kepada daerah (Pemkab MTB). Saya duga dalam pertanggungjawabannya, PT Kalwedo Kidabela seluruh hak (upah karyawan) ABK telah terbayarkan. Dan ini merupakan pekerjaan rumah dari Kejaksaan Tinggi Maluku untuk mengusut dugaan korupsi di perusahaan tersebut. Karena ini berhubungan dengan upah karyawan (hubungan industrial) olehnya itu Disnaker Provinsi Maluku juga harus turut andil, mengintervensi, memediasi serta memberikan sanksi jika terbukti perusahaan tersebut telah menyalahi aturan,” tandasnya. (IN-01/IN-02)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top