Papua

Tak Satupun Calon Mahasiswa Dogiyai Lulus Seleksi, Tebai Datangi Dikti

19893566_1807076035974411_81096780_o

Jakarta.-  Pemerhati Pendidikan Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, drg. Yohanes Tebai, MH.Kes., Menyampaikan aspirasi  terkait  ketidaklulusan  calon mahasiswa  dari  Kabupaten Dogiyai  dalam  seleksi program afirmasi kepada Direktur Kemahasiswaan Ditjenbelmawa Dikti Dr. Didin Wahidin, M.Pd., di Ruang kerja Kemeristek dan Dikti Gedung D Lantai IV, Jakarta,  Senin, (10/7/2017) kemarin.

Dalam penyampaiannya, Tebai menyampaikan bahwa kedatangannya untuk mengklarifikasi tentang tidak adanya perwakilan dari kabupaten Dogiyai pada program Afirmasi Pendidikan Tinggi tahun 2017.
Lebih lanjut, dirinya juga menanyakan mengenai mengapa dari kabupaten Dogiyai tidak ada perwakilan pada program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) seperti tahun 2015 lalu.

“Saya mengamati sekitar 100 calon mahasiswa kabupaten Dogiyai tahun 2017 tidak ada satupun yang lulus pada hal mereka sudah mengikuti pentahapan sesuai proses yang ditentukan, apa ada yang salah, “ tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Kemahasiswaan Dr. Didin Wahidin, M.Pd., mengatakan bahwa pihaknya melihat kinerja Dinas Pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat itu sangat minim dari Etos kerja, Disiplin, dan rasa bertanggungjawab terhadap tugas yang dibebankan.

Selain itu, mantan Rektor UNINUS Bandung ini menyatakan kesalahan administrasi bisa terjadi saat pengiriman dari koordinator kota pelaksana ke koordinator wilayah atau tercecer saat penginputan data sehingga saat ini pihaknya akan segera melakukan pengecekan.

“Ada kesalahan dalam input data, sehingga saya akan memerintahkan kepada team untuk segera melakukan check and recheck mengenai hal tersebut,” ucapnya.

Namun, Wahidin menyayangkan karena walaupun data berhasil ditemukan belum tentu diakomodir, karena berkaitan batas pembuatan kebijakan sudah lewat sehingga bisa diakomodir tapi untuk tahun 2018 mendatang.

“Saya akan bangun komunikasi dan kordinasi keatasan guna memberikan kebijaksanaan terkait masalah ini,“ ungkapnya.

Menutup pertemuan, drg. Yohanes Tebai, MH.Kes., memberikan cinderamata anyaman noken buatan salahsatu siswa calon peserta ADik kabupaten Dogiyai yang diisi dengan sepucuk surat yang bertuliskan “kami membutuhkan uluran tanganmu Pak Presiden Mahasiswa di Indonesia“ tersebut yang diberikan kepada rektor. (IN-22/BNS)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top