Politik

Survei Partai Golkar, Assagaff – Rentanubun Pasangan ‘Populer’ di 44 Persen

20543148_470146363343919_1466834907_o

Ambon, Maluku.- Hasil survei partai Golkar yang menempatkan Anderias Rentanubun posisi teratas dalam daftar cawagub?. Ia mengatakan hasil tersebut merupakan kerja keras seluruh relawan dan simpatisan terutama dukungan dari masyarakat Maluku.

“Karena itu saya apresiasi seluruh relawan dan simpatisan yang telah berkerja keras dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Maluku yang telah menentukan pilihan bagi saya sehingga hasil survei teratas.  Kita akan terus bekerja dan berdoa agar meningkatkan hasil survei ini kedepan,” ucapnya.

Di lain sisi, ia menegaskan, hasil survei yang dirilis Indobarometer dan Sinergi Data Indonesia (SDI) merupakan jawaban kepada publik atas keraguan terhadap tingkat popularitas, aksepbilitas dan elektabilitas sebagai cawagub.

Hasil ini juga membuktikan, konsolidasi ke groos root sudah merata pada 11 kabupaten/kota di Maluku.  Kendati ada beberapa catatan dari survei tersebut.

“Kalau mau jujur, survei ini juga tidak berbeda jauh dengan hasil survei pribadi yang saya dan tim lakukan. Dengan demikian, apabila  parpol tidak menghianati janji mereka bahwa calon ditetapkan berdasarkan hasil survei maka hasil survey yang saya miliki sudah dapat dijadikan acuan partai politik untuk merekomendasikan saya bersama pak Assagaff pada pilgub,” tandasnya.

Dari hasil survei  SDI yang dipresentasekan pada Rapimda partai Golkar Maluku, Sabtu (29/7/2017) di Swisbell Hotel menempatkan Gubernur Petahana Said Assagaff dan cawagub Anderias Rentanubun unggul dari  calon lain untuk tingkat popularitas, aksepbilitas dan elektabilitas.

Pada tingkat elektabilitas apabila berhadap dengan 4 pasangan cagub , Assagaf meraih 45 persen, disusul Herman Koedoeboen 17,80 persen, Barnabas Orno 10 persen dan Murad Ismail 2 persen.

Tingkat popularitas, Assagaff  74,39 persen, Herman Koedoboen 67.32 persen, Barnabas Orno 51,22 persen, Murad Ismail 51,69 persen.

Sementara itu, pada posisi cawagub, ketika disandingkan berpasangan dengan Assagaff,  Rentanubun yang memiliki presentase tertinggi yakni 42, 49 persen dan Edwin Huwae 21,24 persen. Sedangkan, hasil survei ketika saling berpasangan antara Assagaff- Huwae menempati 43,20 persen, Assagaff-Rentanubun memperoleh 44 persen dan Assagaff-Sahuburua  42,40 persen. Rentanubun mengaku, hasil survei itu hanya menjadi rujukan apalagi  masih tersisa 1 tahun.

“Karena itu presentase survei ini akan terus digenjot untuk meningkat dari 3 aspek yakni tingkat keterkenalan, kesukaan, dan akhirnya tingkat keterpilihan. Seraya kami membenahi kekurangan sesuai catatan survei. Soal strategi meningkatkan 3 aspek itu merupakan off the record karena bagian strategi politik,” akuinya.

Andreias Rentanubun sementara memaparkan Visi dan Misi pada saat fit and poropertest di kantor DPD Hanura Maluku, Senin, (31/7/2017)

Andreias Rentanubun sementara memaparkan Visi dan Misi pada saat fit and poropertest di kantor DPD Hanura Maluku, Senin, (31/7/2017)

Konektivitas Antar Pulau

Sementara dalam pemaparan pada fit and properties yang digelar DPD Partai Hanura Maluku, Bupati Maluku Tenggara dua periode itu menegaskan gagasan membangun Maluku melalui program konektivitas antar pulau atau disebut program “Tol Laut”.

Dikatakan, Maluku dengan kondisi geografis kepulauan, sekira 1.300 gugus pulau, maka perlu terobosan membuka konektivitas antar wilayah caranya yakni dibukanya akses ‘Tol Laut’.

“Melalui program  tol laut, kita tidak bisa harapkan kapal perintis sebulan sekali. Kita dorong  tiap satu pekan kapal melayani akses ke tiap pulau. Tentunya dengan  kapal yang layak untuk mengangkut hasil komoditi ternak, sayuran, buah-buahan. Biaya ini juga dikalkulasi tidak mahal dibandingkan biaya tol di darat,”katanya.

Disinggung soal pelayanan dasar yakni kesehatan, pendidikan, termasuk pemberdayaan. Rentanubun menegaskan, semua dapat berkembang tapi harus melalui konektivitas.  “Semua harus konektivitas. Suatau daerah terisolasi maka sudah tentu daerah itu menyandang predikat kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan dan sat ini kita masih mengalami kondisi tersebut. Angka kemiskinan kita sejujurnya dikatakan karena masih banyak daerah kita yang terisolir. Hasil perkebunan, hasil ternak dan hasil alam tidak dapat dijual ke luar maka tidak ada cara lain, caranya hanya menyediakan konektivitas antar pulau,” tandasnya. (IN-02)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top