Seram Bagian Barat

Pemda SBB Tutup Mata, Bantuan Ternak Ayam Petelur Dari Kementrian PDT Mubazir

Ayam Petelur

Piru,Maluku- Bantuan kementrian Pedesaan dan Daerah Tertinggal (PDT) Tahun 2016 berupa 3.572 ayam buras petelur kepada Pemkab SBB mubazir.  Bantuan Kementrian PDT yang dikelola melalui Bappeda SBB itu tak maksimal.

3.572 ayam buras petelur yang disalurkan kepada kelompok peternak kini tersisa 480 ekor. Diduga akibat kurangnya pendampingan dan bantuan pakan ternak yang salah menyebabkan hewan jenis unggas itu tak maksimal memberikan hasil bahkan mati.

Rusminah Silalahi (39) dan George Peea (44) warga Kec. Serbar, Kab SBB yang juga merupakan Ketua Kelompok Peternak di Dusun Waihuang, Desa Eti, Kec. Serbar mengatakan, kematian ayam petelur bantuan pemerintah disebabkan kekurangan pakan ternak.

Dikatakan, Pembentukan kelompok ayam Buras Petelur pada tahun 2015, dan bantuan dari Kementarian PDT Tahun 2016 tersalurkan sebanyak 3.572 ekor dibawah naungan Bappeda Kab SBB. Ternak Ayam tiba tanggal 2 Maret 2016 dan dibagi kepada dua kelompok tani masing masing di Waihuang 2 kelompok tani dan 1 kelompok tani di Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu.

“Awalnya kita mendapat droping pakan ayam sebanyak 19 karung tetapi bukan untuk jenis ayam petelur, tetapi makanan untuk ayam bangkok, sehingga hasilnya tidak maksimal, saat ini dari 3.572 ekor tinggal 480 ekor yang hidup, lainnya mati kelaparan. Berbagai upaya telah kita lakukan dan tidak mampu lagi untuk bertahan, “ katanya.

Pemda SBB dalam hal ini Bappeda SBB lepas tangan dan memeberikan pendampingan serta memberikan bantuan pakan ternak.

“ Kita tidak diberikan bantuan pakan ternak karena menurut Pemda SBB (Bappeda) tidak ada dana pemeliharaan untuk bantuan PDT itu. Seharusnya ketika ayam berumur 1 bulan mendapatkan makanan spesial, ketika ayam berumur 2 bulan juga begitu adan pada ketika berumur 4,5 bulan seharusnya sudah ada makanan tambahan berupa jagung, konsentrat dan nutrisi yang cukup sehingga ayam mampu bertelur menghasilkan telur. Tetapi sejak setengah tahun yang lalu tidak ada lagi pasokan untuk ayam, sehingga banyak yang mati, “ Terangnya.

Bantuan bukan hanya pakan ternak namun bantuan dari PDT juga berupa bangunan pendukung dengan nilai Rp 1,8 miliar. Tak hanya pakan ternak, obat-obatan juga tidak pernah sampai kepada kelompok peternak.
“Sampai sekarang Kita tidak memiliki SK kelompok peternak,” tambahnya.

Salah satu staf Bappeda SBB atas nama Regina Puttileihalat diduga sebagai penanggungjawab pelaksana pada proyek Kementrian PDT itu.

Tak hanya itu, diungkapkannya, 21 Desember 2016 lalu, satu-satunya motor operasional pada proyek itu, ditarik oleh Ambronsius Puttileihalat adik mantan Bupati SBB. (IN-14/JSY)

Berikut Videonya :

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top