Militer

Pangdam Pattimura Ingatkan Personel Waspadai Teror

Pangdam XVI Pattimura

Ambon,Maluku- Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo mengintruksikan seluruh jajaran Kodam XVI/Pattimura untuk selalu mengantisipasi upaya terror yang belakangan terjadi di tanah air.
Hal itu disampaikannya dalam amanat saat memimpin upacara Awal Bulan Juli 2017 yang di ikuti oleh seluruh personel baik militer maupun PNS jajaran Kodam XVI/Pattimura bertempat di lapangan Makodam XVI/Pattimura.

Dikatakan, Secara umum perayaan Idul Fitri 1438 H berlangsung aman dan kondusif, namun ada catatan penting yang menjadi atensi bersama, dini hari menjelang hari raya telah terjadi penyerangan terhadap Pos Penjagaan Mapolda Sumatera Utara di Medan oleh sekelompok orang yang mengakibatkan gugurnya satu anggota Polri dan satu orang pelaku penyerangan tewas. Selanjutnya aksi teror berlanjut di Polsek Bolo, Bima yang dilakukan oleh OTK, meninggalkan 3 busur panah dan 1 buah ketapel. Selisih 1 hari kemudian aksi ancaman dan penyerangan juga terjadi di Pos Penjagaan, Polres Dompu namun pelaku dapat diamankan. Menjelang HUT ke-71 Polri, di Masjid Faletehan yang berjarak kurang lebih 250 meter dari Mabes Polri telah terjadi aksi penusukan terhadap 2 anggota Brimob yang selesai menjalankan sholat Isak dan pelakunya dapat dilumpuhkan oleh anggota Polri lainnya.

Pangdam juga menyampaikan, aksi terorisme sekarang ini tidak mengenal tempat, agama dan waktu. Bahkan masjid, gereja, hotel, perkantoran dan markas kepolisian pun sudah menjadi target sasaran serangan aksi teroris dan bisa saja terjadi setiap saat. Demikian juga Makodam I/Bukit Barisan, di Medan dan Yonzipur 9/Indrapuri di Aceh Besar akan dijadikan target aksi terorisme.

“Untuk itu saya tekankan kepada seluruh prajurit dan PNS Kodam XVI/Pattimura agar selalu tetap meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dan cegah dini, berdayakan Intel/Ter dan mitranya serta masyarakat. Tingkatkan pengamanan pangkalan, maksimalkan petugas Dinas Dalam, evaluasi lagi masalah lingkungan asrama, pintu-pintu masuk dan sistem keamanan-nya”, tegas Pangdam.

Lebih lanjut pangdam mengatakan, Situasi dan kondisi keamanan Filipina, kelompok Mauthe ISIS yang menguasai kota Marawi, Mindanao telah sedang digempur oleh militer Filipina. Hal ini tentu akan berdampak efek domino terhadap situasi dan kondisi keamanan Indonesia. Mereka akan melarikan diri ke daerah yang aman, dan tidak menutup kemungkinan menuju ke wilayah Indonesia. Di wilayah Kodam XVI/Pattimura yang paling mungkin, adalah di Maluku Utara, khususnya wilayah Kabupaten Halmahera Utara, kemungkinan juga akan melarikan ke Taliabu dan Pulau Buru, melalui ALKI 3. Untuk itu saya mengajak seluruh prajurit untuk lebih memaksimalkan deteksi dini terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di wilayahnya. Sebarkan juga kepada seluruh keluarga besar TNI karena masih ada beberapa wilayah yang tidak terjangkau oleh prajurit kita. Bila melihat dan mengetahui ada yang aneh dan tidak seperti biasanya segera laporkan kepada aparat koramil ataupun Pos TNI terdekat sehingga dapat diambil langkah-langkah penanganan.

Pangdam juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit yang telah membantu dalam mengatasi banjir dan tanah longsor yang terjadi di Ambon, Namlea dan Ternate. Demikian juga dalam pelaksanaan malam takbiran di wilayah Maluku dan Maluku Utara serta acara adat “Pukul Sapu” di Mamala dan Morela yang berjalan dengan lancar dan aman.

“Adapun bentrok antar warga Wakal dan Hitumesing, Leihitu, Maluku Tengah yang terjadi saat Hari Raya Idul Fitri telah menodai citra Maluku yang sudah aman 2 tahun terakhir ini. Namun kita dapat mengantisipasi dan melokalisirnya sehingga situasi dapat dikendalikan dengan cepat walaupun 4 orang warga masyarakat menjadi korban”, Pungkas Pangdam.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Halal Bihalal yang diikuti oleh seluruh personel militer dan PNS jajaran Kodam XVI/Pattimura. (IN-01/PK)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top