Hukum & Kriminal

Nama Serikat Buruh Dicatut, 2 Pemuda di Ambon Peras Pengusaha

tersangka pemerasan
tersangka pemerasan

Ambon,Maluku- Serikat Buruh adalah sebuah organisasi yang mewadahi buruh atau tenaga kerja yang ada di Indonesia, untuk memperjuangkan hak-hak buruh dari kesewenang wenangan pengusaha atau pemilik modal. Namun nama serikat buruh kadang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu untuk meraup keuntungan dari pengusaha atau pemilik modal. Hal itu terjadi di kota Ambon, Rabu (26/7/2017).

Pihak Resmob Polda Maluku mengamankan 2 orang pemuda yang mencatut nama Serikat Buruh untuk memeras korbannya.
Adapun VH (36) dan LL (21) diduga memeras korbannya Budi Junaedi (39) dengan modus sang pengusaha lalai terhadap hak hak karyawan.

Keduanya tertangkap tangan sedang memeras korban dengan barang bukti uang tunai sebanyak Rp. 500.000 dan 2 unit Hand Phone.

Direktur Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol. Gupuh Setiono didampingi Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh dan Kanit Resmob Polda Maluku, Iptu Pit Pasanea mengkronologikan peristiwa pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum pengurus Serikat Buruh di Ambon kepada korbannya.

barang bukti1

Dikatakan, Rabu (26 Juli 2017) sekitar pukul 13.06 Wit bertempat di Rumah kopi Pemuda, jln Setia Budy No. 22 Kec. Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, datang pelaku VH (36) dan LL (21) kepada korban Budi Junaedi (39), untuk memeras korban. Awalnya korban selalu ditelepon diintimidasi untuk diproses hukum karena tidak memberikan hak salah satu mantan karyawannya.

Merasa diintimidasi, korban langsung melaporkannya ke Resmob Polda Maluku. Aksi pelaku yang mengintimidasi korban ditanggapi, korban lantas didatangi pelaku. Saat korban memberikan uang dengan jumlah kurang lebih Rp. 500.000, pihak Resmob Polda Maluku yang telah melakukan pengintaian langsung menangkap pelaku berikut alat bukti.

“Ansye Souhoka mulai bekerja di Toko Pemuda September 2016 sampai Desember 2016. Kemudian Karyawati tersebut mengundurkan diri. Karyawati yang merasa haknya tidak diselesaikan oleh pengusaha lantas memberikan kuasa kepada pelaku VH (36) dan LL (21) untuk menyelesaikan haknya dengan pengusaha. namun entah kenapa mantan karyawan korban lantas menarik kuasanya dari kedua pelaku. kendati telah ditarik kuasanya, pelaku masih saja mengintimidasi korban dan memeras korban. Pelaku meminta uang sebanyak 2 juta rupiah dari korban. Mereka selalu datang dan mengintimidasi korban, akan dilaporkan ke Polisi dan pengadilan hubungan indutsrial. Saat pelaku mengancam korban, korban lantas melaporkan ke Resmob Polda Maluku. Pelaku yang datang ke korban dengan niat memeras, ditangkap saat korban menyerahkan uang Rp.500.000 ke pelaku. Uang itu diisi dalam amplop warna putih. Kedua pelaku ditangkap dengan barang bukti berupa surat surat lain, 2 buah Hp yang ada hubungan dengan Isi SMS antara tersangka dengan korban, “ Jelasnya.

Kedua pelaku disangka melanggar Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 Tahun penjara. (IN-10)

Berikut Videonya :

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top