Kepulauan Aru

Mortir Peninggalan Perang Dunia II Meledak di Aru, 1 Orang Tewas

Ilustrasi Mortir Peninggalan Perang Dunia Ke II
Ilustrasi Mortir Peninggalan Perang Dunia Ke- II

Ambon,Maluku- Mortir Peninggalan perang dunia ke II meledak di Desa Ngaibor, Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru,Provinsi Maluku, Kamis (13/7/2017) menewaskan satu orang warga dan dua lainnya luka-luka .

Warga yang belakangan diketahui bernama Salomi Gerjalay (50) meninggal setelah terkena serpihan mortir nahas itu.

Camat Aru Selatan, Oce Lekesyana yang dihubungi INTIM NEWS dari Ambon, Jumat (14/7/2017) mengungkapkan kronologi meledaknya mortir  peninggalan Kolonial itu.

Dikronologikan, mortir yang ditemukan warga di Desa Ngaibor, diangkut dan dipajang disamping rumah mantan Sekretaris Desa  Ngaibor, Abdel Galai. Sekitar pukul 10.00 WIT Ibu Salomi yang tak tahu menahu tentang mortir nahas itu, lantas megambil mortir untuk dijadikan penyangga tempat pembakaran (tungku).  Nahas setelah api disulut 30 menit kemudian, api yang tersulut memicu meledaknya mortir hingga berujung pada meninggalnya korban. Tak hanya korban, dua cucunya atas nama Army Gerjalay (14) dan Kloy Gerjalay (12) juga mengalami luka luka.

“Informasi yang saya dapat dari Kapolsek dan Dandramil sini, mortir ditemukan oleh masyarakat dan dibawa untuk dipajang di pinggir rumah mantan Sekdes (Ngaibor). Ibu Omi tidak tahu bahwa itu Mortir yang masih aktif, beliau pikir itu besi biasa. Beliau ambil dan ditaruh ditungku untuk masak. Mungkin dibakar langsung mortir itu meledak. Kejadiannya kemarin siang,” Jelas Camat.

Menyoal tindak lanjut dari peristiwa itu, Camat mengatakan komunikasi yang sulit membuat pihaknya terbatas mengambil tindakan lanjutan. Pihaknya kini masih berkoordinasi dengan Kapolsek setempat untuk menindaklanjuti peristiwa ini.

Informasi yang dihimpun INTIM NEWS dari berbagai sumber, kedua korban luka luka hingga kini belum dapat dievakuasi ke RSUD Cenderawasih Dobo, pasalnya masih terkendala transportasi laut, juga larangan untuk berlayar yang telah dikeluarkan oleh pihak Syahbandar setempat.

Desa Ngairbor sendiri merupakan salah satu desa yang banyak ditemukan peninggalan pada masa perang dunia ke II pada masa penjajahan Jepang.   (IN-01/ZAF)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top