Kota Ambon

Komda PMKRI Maluku Gelar Konferensi Studi Regional

IMG-20170706-WA0019

Ambon, Maluku.- Komisariat Daerah (Komda) Persatuan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (PMKRI) Maluku menggelar konferensi studi regional, dengan tema “Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Pesisir” dan sub tema “Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) Maluku Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan dan berkeadilan.
Konferensi studi regional yang berlangsung di aula Rektorat Universitas Pattimura Ambon, Kamis (06/07/2017) turut dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Kementrian Energi dan sumber daya mineral RI Paulia Sihotang, Wakil Rektor I Unpatti Fredrik Riupassa, Presidium pengembangan organisasi PP PMKRI Dion Madun, Komda PMKRI Maluku dan ketua presidium PMKRI se-Regio Maluku.

Gubernur Maluku yang di wakili staf ahli bidang pemerintahan Froena Koedoeboen dalam sambutannya, mengatakan tema dan sub tema yang diangkat sangat baik dan merupakan wujud kecintaan pemuda dalam membangun negeri ini.

“Karena itu gunakanlah seminar ini untuk konsolidasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Dijelaskan, Maluku merupakan salah satu provinsi berbasis kepulauan di Indonesia, dengan luas laut 92,4 persen, sedangkan darat hanya 7,6 persen dengan memliki 1430 pulau, diantaranya terdapat 4 pulau besar, yakni Seram, Buru, Yamdena dan Wetar.
Banyaknya pulau, kata Assagaff menjadikan Maluku garis pantai terpanjang di Indonesia. Yang di dalamnya terdapat 4 kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, diantarnya 18 pulau menjadi gugus terdepan teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, memiliki SDA perikanan dan kelautan menjadi modal terbesar. Apalagi Maluku merupakan salah satu daerah penyumbang potensi perikanan nasional yang mencapai 30 persen. Sehingga menjadikan Maluku salah satu produsen perikanan di Indonesia baik itu berupa Teripang, Rumput Laut, Mutiara dan lain sebagai, melalui penangkapan maupun budidaya, yang dari tahun ke tahun meningkat.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Parulian Sihotang, menerima pengalungan syal oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Parulian Sihotang, menerima pengalungan syal oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik

Walaupun demikian, dirinya menyadari kebijakan dan program pembangunan yang dilakukan pemerintah daeeah Maluku dalam pemanfaatan potensi wilayah belum optimal, dikarenakan masih ada tantangan dalam pembangunan daerah, baik itu masih tingginya tingkat kemiskianan 19 persen dibanding rata-rata nasional 10 persen, serta masih maraknya ilegal fishing di laut Maluku.

Oleh karena, dirinya menunggu aksi nyata dari PMKRI Maluku berupa rekomendasi yang dihasilkan lewat konferensi studi regional.
Dirinya berharap, melalui konferensi studi regional dapat memberikan spirit, motivasi pemikiran stragegis dalam mendukung pembangunan termasuk di provinsi Maluku tercinta untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. (IN-02)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top