Hukum & Kriminal

Kasus Pencurian Uang BASARNAS Masuk Pengadilan

pengadilan

Ambon,Maluku- Tiga terdakwa pencurian uang Badan SAR Nasional (Basarnas) dengan inisial A alias I, MDN dan M akhirnya masuk ruang pengadilan.

Diantara ketiga terdakwa, terdakwa M (berkas perkara terpisah) karena disangka sering menerima hasil kejahatan (pencurian) dari terdakwa A. Hasil kejahatan yang diterima sejak Mei 2004 sebesar Rp.12 juta, medio 2005 senilai Rp.7 juta, Januari 2017 senilai 10 juta (pencurian di petokoan Amplaz Kota Ambon), dan terakhir di April 2017 sebesar Rp.90 juta (pencurian di depan Toko Aneka Motor Kota Ambon).

Sidang pembacaan dakwaan bagi ketiga terdakwa, didampingi Penasehat Hukum (PH) dari Yayasan Pos Badan Bantuan Hukum Ambon (YPBHA), Djidon C. Batmamolin Cs yang digelar Selasa, (25/7/2017) di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, dengan hakim tunggal Leo Sukarno.

Dalam dakwaan JPU menerangkan, peristiwa yang terjadi Rabu 5 April 2017 sekitar pukul 14:45 WIT, terdakwa A alias I diajak terdakwa MDN (berkas perkara terpisah) memantau keberadaan setiap nasabah bank di Kota Ambon. Melihat nasabah yang menjadi target, yakni saksi Welmin Marlon Komul bersama saksi Rofa Heru Wijayanto dan saksi Makmun Murad yang saat itu telah mengambiluang tunai dari Bank Mandiri senilai Rp.268.100.250, yang dibungkus plastik hitam menuju mobil. Mobil incaran itu meninggalkan bank tersebut menuju toko Aneka Motor dan parkir.

Menurut JPU, terdakwa A alias I dan MDN telah membuntuti target dengan motor. Karena melihat Rofa Heru Wijayanto dan Makmun Murad telah turun dari mobil, terdakwa MDN kemudian mendekati mobil tersebut guna memantau pergerakan orang-orang. Sementara terdakwa A tetap berada di atas motor guna memantau keadaan sekitar toko tersebut.

Beberapa saat kemudian, saksi Welmin Marlon Komul turun juga dari mobil dan lupa mengunci pintu mobilnya, maka terdakwa A mengisyaratkan kepada terdakwa MDN segera mengambil uang di mobil. Setelah mendapatkan hasil curian, mereka langsung kembali ke kos-kosan mereka.

Sesampainya di kos-kosan, hasil curian itu oleh terdakwa A dibagi-bagi kepada terdakwa M dengan nominal Rp.90 juta, dan sisa hasil curian juga diberikan kepada terdakwa MDN, dan Darma alias Sisil (belum tertangkap).

Uang hasil curian itu juga dipakai untuk membelikan tiket pesawat bagi terdakwa A untuk kembali ke kampong halamannya di Sulawesi Selatan (Makassar). Uang itu juga dipakai untuk membeli, pakaian, emas, tape, televisi, membayar hutang.

Atas perbuatan terdakwa A dan terdakwa MDN, diancam pidana melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. Subsider pasal362 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan bagi terdakwa M, diancam pidana melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP juncto pasal 56 ke-2 KUHP, atau dakwaan primer pasal 481 ayat (1) KUHP, subsider pasal 480 ke-1 KUHP.

Usai mendengar pembacaan surat dakwaan bagi ketiga terdakwa, hakim menunda sidang pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top