Pendidikan

Alumni UNIMA Terancam Tak Diikutsertakan Dalam Seleksi CPNS ?

Unima

TONDANO—Alumni Universitas Negeri Manado (Unima) yang rencana mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (PNS) harus was-was. Pasalnya, saat ini ternyata ada ratusan hingga ribuan lulusan Unima yang namanya tidak terdaftar lulus dalam Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Dikti. Sedangkan untuk mendaftar ujian CPNS, panitia seleksi mensyaratkan nama dan nomor ijazah lulusan harus terdaftar dalam PDPT.

Ini menjadi kabar buruk bagi lulusan Unima yang data PDPT-nya bermasalah. Sebab beberapa kementerian membuka masa pendaftaran seleksi CPNS hanya sampai Agustus 2017 ini. Sedangkan untuk mengurus status lulusan dalam PDPT, menurut kesaksian banyak alumni, bisa sampai berbulan-bulan lamanya. Belum lagi bagi para lulusan yang tinggal di pelosok nusantara seperti Papua. Tentu saja mereka enggan mengurus status mereka dengan kembali ke kampus Unima.

Persoalan ini sebenarnya sudah dari beberapa tahun lalu. Sejak rezim Prof Philoteus Tuerah hingga Prof Julyeta Runtuwene, banyak alumni sudah mengeluh. Bahkan wartawan ini sempat menanyakan langsung ke Irjen Kemenristekdikti Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum pada 2016 lalu.

Tapi sayangnya, terkesan tidak ada langkah serius hingga kini untuk mengakomodir seluruh lulusan yang statusnya bermasalah. Meskipun secara de facto status sudah alumni, namun nama mereka masih terdaftar aktif sebagai mahasiswa dalam PDPT. Bahkan nama sejumlah alumni sudah lenyap dari data PDPT. Ada juga yang nama dan jenis kelaminnya salah didata.

“Kami sudah lama lulus tapi anehnya status kami masih aktif sebagai mahasiswa di PDPT bahkan sekarang sudah tidak ada lagi. Saat mendaftar ke BUMN baru-baru ini, saya tidak diterima karena nama saya saat diverifikasi tak terdaftar lulus di PDPT,” sesal Fiki, alumni Unima sebgaimana dilansir INDOPOST MANADO .

“Bukan cuma status mahasiswa yang masih aktif, jenis kelamin teman saya juga salah didata. Padahal semua persyaratan sudah dimasukkan sebelum ujian akhir saat kuliah dulu,” tambahnya.

Selama ini, alumni menilai pihak Unima kurang proaktif menginformasikan kecacatan ini. Mahasiswa yang sudah lulus harus mencari tahu sendiri dan mengurusnya di kampus. Padahal, banyak lulusan yang setelah lulus, tersebar di berbagai pelosok nusantara.

“Kami kecewa karena harus lagi ada yang diurus ke kampus. Padahal sudah lulus. Bagaimana bagi teman-teman di luar daerah seperti Maluku dan Papua. Pasti mereka kesulitan,” tambah mereka.

Bahkan menurut kesaksian salah satu lulusan yang tinggal di Sulawesi Tengah, dirinya sudah beberapa kali bolak-balik antarprovinsi dan memasukkan berbagai persyaratan yang diminta di Puskom Unima. Anehnya beberapa bulan menunggu, hingga kini statusnya dalam PDPT belum selesai juga.

“Saya sudah tiga kali urus di Puskom sampai bolak-balik Luwuk-Tondano. Ini antarprivinsi. Tapi sampai sekarang masih tidak ter-update status saya,” sesalnya.

Walaupun persoalan ini adalah juga warisan dari rezim sebelumnya, tetapi mereka berharap, ketika ada pergantian rezim pada 2016, Unima bisa ada pemulihan.

“Tetapi ternyata belum ada tanda-tanda perubahan itu. Buktinya masalah mendasar seperti ini saja tidak diseriusi. Kasihan Unima kami,” ucap para alumni Unima. Di sisi lain, Pembantu Rektor IV Rony Tuna ketika dikonfirmasi, tidak memberikan jawaban. (IN/IPM)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com