Nasional

Tragis !! Kemaluan Dibalsem,Dipukul Hingga Diludahi, LBH Jakarta Ungkap Penyiksaan Oknum Polisi

Polisi Aniaya

JAKARTA- Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menyatakan Kepolisian telah melakukan sejumlah tindak penyiksaan terhadap masyarakat sipil, berdasarkan data penelitian dan pengaduan yang diterima LBH.

“Kami banyak menerima laporan kasus penyiksaan oleh polisi,” ujar pengacara publik LBH Jakarta, Ayu Eza Tiara, dalam konferensi pers di kantor LBH Jakarta, Rabu (21/6) sebagaimana dilansir Kumparan.Com.

Ayu menuturkan, hampir 70 persen korban penyiksaan merupakan orang yang berasal dari kalangan menengah ke bawah yang umumnya buta hukum serta tidak tahu haknya atas bantuan hukum.

“Masyarakat menengah ke bawah sering menjadi sasaran karena tidak mengerti tentang bantuan hukum yang layak mereka dapatkan,” kata Ayu.

Dalam konferensi, LBH Jakarta menghadirkan Zulia dan Sulastri, istri dan kakak dari Herianto, korban penyiksaan polisi. Mereka menyebut Herianto tidak bersalah tapi digelandang polisi yang tidak menunjukkan surat tugas.

“Suami saya ditangkap di jalan, ketika berada di suatu minimarket. Sorenya, rumah saya digeledah, tidak ada surat tugas yang ditunjukkan kepada saya,” ucap Zulia.

Keesokan harinya, Zulia diminta mengantarkan baju salin untuk suaminya yang ditahan di Polda Metro Jaya. Zulia kemudian mendapati kondisi suaminya sudah babak belur dalam tahanan.

“Kemaluannya dibalsem, disiksa, dipukul, bahkan temannya dipukul dan diludahi. Sampai detik itu pun kami belum pegang surat tugasnya,” jelas Zulia.

Sulastri, kakak Herianto, mengatakan adiknya dipaksa mengakui perbuatan kriminal.

“Kenapa kamu bisa mengakui tindakan yang tidak pernah kamu lakukan? ‘Saya dipaksa’. Polisi bilang, kalau dia mengaku, dia tidak akan disiksa, minimal dipenjara 2 bulan,” ujar Sulastri.

Kepala Divisi Advokasi LBH, Yunita, mendesak pemerintah mereformasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana agar mengatur tindakan penyiksaan, pemulihan hak-hak korban penyiksaan, serta membenahi Kepolisian.

“Agar mencegah berulangnya kejadian penyiksaan seperti itu,” kata Yunita. (IN/Web)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top