Maluku

Pengurus Status Quo KONI Maluku Gunakan ’’Manajemen Tukang Becak’’

Herman Tabalia

Ambon,Maluku- Sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Rapat Anggota KONI Provinsi diselenggarakan sekali dalam setiap satu tahun di mana salah satunya untuk membahas dan menetapkan usulan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan persyaratan dan tata cara penjaringan, penyaringan, dan pemilihan calon Ketua Umum KONI provinsi.

Sejurus dengan hal itu Rapat Anggota XIII/2017 KONI Maluku di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, 25 Maret lalu, telah menetapkan tim penjaringan, penyaringan dan pemilihan ketum KONI Maluku 2017-2022 dengan personel-personel, di antaranya Agus Lomo, Jan Heumasse, Amrulah Lubis, dan Feros Matulessy. Nama yang terakhir kini dipermasalahkan pengurus provinsi cabang olahraga dan peserta RA XIII KONI Maluku 2017. Penyebabnya, sesuai pengakuan Sekretaris Umum Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Maluku, Herman Tibalia, pihaknya hanya merekomendasikan Arnaldo Muskitta, Nevi Muskitta dan Ricky Risamena untuk mewakili Forki pada Rapat Anggota XIII KONI Maluku di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku tersebut.

Alasan Tibalia, pada saat bersamaan, Feros bersama dirinya dan kontingen Maluku lagi mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate memperebutkan Piala Menteri Dalam Negeri di Bandar Lampung, Lampung. Pada saat penetapan rancangan keputusan RA XIII KONI Maluku terkait tim penjaringan, penyaringan dan pemilihan calketum KONI Maluku, tidak terdapat nama Feros. Lucunya, tanpa diketahui pengprov cabor dan peserta RA XIII KONI Maluku, tiba-tiba oknum-oknum pengurus KONI Maluku sengaja memasukan nama Feros sebagai sekretaris tim penjaringan, penyaringan dan pemilihan ketum KONI Maluku. Ada yang berdalih hal itu merupakan hak absolut KONI Maluku. Tapi, bagaimana dengan keputusan RA XIII KONI Maluku yang sudah disaksikan dan diketahui peserta bahwa Feros tak mengikuti RA KONI Maluku tersebut. Jika akhirnya Feros dipertahankan, berarti seluruh produk RA XIII KONI Maluku harus dinyatakan batal demi hukum, karena melangkahi keputusan RA XIII KONI Maluku.

Dimasukannya nama Feros sangat membingungkan mayoritas peserta RA XIII KONI Maluku. Bukan rahasia umum jika Feros merupakan loyalis ketua harian KONI Maluku yang diduga juga ingin mencalonkan diri sebagai ketum KONI Maluku pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Maluku pada Agustus 2017. Hampir seluruh personel tim penjaringan, penyaringan dan pemilihan calketum KONI Maluku merupakan orang dekat kethar KONI Maluku. Solusi terbaik mengantisipasi kegaduhan menjelang Musorprov KONI Maluku adalah membubarkan tim penjaringan, penyaringan dan pemilihan calketum KONI Maluku yang sarat kepentingan, tidak independen, dan ketakutan kelompok status quo sebelum dibubarkan peserta Musorprov KONI Maluku. Demi penyelamatan olahraga Maluku, tim ini sudah harus dibubarkan.

Pemerhati olahraga, Herman Tibalia menilai tukang becak pun dapat diangkat sebagai sekretaris tim penjaringan, penyaringan dan pemilihan calketum KONI Maluku jika seluruh hasil RA XIII KONI Maluku dianulir secara ilegal oleh pengurus KONI Maluku. ’’KONI ini organisasi keolahragaan, bukan paguyuban para aktivis. Harusnya yang dimasukan ke dalam tim penjaringan adalah keterwakilan pengprov cabor dan KONI kota/kabupaten. Kalau pun ada nama lain yang mewakili cabor, hal itu harus dikonfirmasi dengan pengprov cabor, bukan secara diam-diam seakan-akan KONI Maluku ini hanya milik segelintir oknum yang punya kepentingan. Ingat, KONI Maluku bukan organisasi jalan-jalan sehingga pengurus KONI Maluku seenaknya menabrak konstitusi organisasi, dalam hal ini AD/ART KONI,’’ kecam Tibalia.

Tibalia menjelaskan sesuai AD/ART KONI, selambat-lambatnya 14 hari sebelum pelaksanaan Musorprov KONI Maluku, hasil kerja tim penjaringan, penyaringan dan pemilihan calketum KONI Maluku sudah disampaikan ke seluruh pengprov cabor dan KONI kota/kabupaten. ’’Sampai saat ini kita belum memperoleh konfirmasi apa pun menyangkut cara kerja tim penjaringan calketum KONI Maluku. Hal ini yang kami khawatirkan bahwa kerja tim ini hanya untuk kepentingan kelompok tertentu,’’ kuncinya prihatin. (IN/ROS)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top