Politik

Krans Bunga “Murad Ismail” Depan DPW PKS Maluku Sita Perhatian Publik

Ucapan Murad Ismail PKS

AMBON,MALUKU- Pemandangan tidak biasa terlihat di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Maluku, beralamat di tanah rata, Galunggung Ambon, Selasa (06/06).

Pasalnya sebuah karangan (krans) bunga yang bertuliskan “Irjen Pol. Drs Murad Ismail mengucapkan selamat datang para bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023 yang mendaftar di Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilayah Maluku”.

Juru Bicara DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilayah Maluku, M. Suhfi Majid yang dihubungi INTIM NEWS, Selasa (6/6) mengungkapkan dirinya tak mengetahui siapa yang menaruh karangan bunga (Murad Ismail) di depanSekretariat DPW PKS Maluku.

 ” Saya datang, karangan bunga itu sudah ada. entah siapa yang menaruhnya. tapi kemungkinan langsung dari toko bunga. mengenai toko bunga juga saya tidak tahu, ” singkat Suhfi Majid.

Memang ada yang menanggapinya sebagai sikap sportif  dan sikap gentlemen sang Jenderal.  Bahkan ada yang mengatakan sudah merupakan karakteristik Murad yang penuh dengan kejutan.   Namun dengan adanya karangan bunga tersebut, sebagian pihak menilai apa yang “dimainkan” oleh simpatisan atau loyalis Murad Ismail adalah sebuah shock terapi politik bagi kandidat kandidat lain.

 ” Kalau dari kacamata politik saya lihat itu merupakan “shock terapi” Politik yang dilancarkan bagi lawan lawan Pak Murad Ismail. Karena sebelumnya beliau sudah mengungkapkan, beliau akan memborong kurang lebih 7 Partai politik. Dan mungkin dengan adanya krans bunga itu, tersirat ingin diungkapkan salah satunya adalah  PKS. Jika dilihat dari tata bahasa dalam karangan bunga itu, seakan mau mengungkapkan bahwa beliau adalah tuan rumah yang mengucapkan selamat datang kepada para calon kandidat lainnya. Ini hampir mirip dengan pernyataan pak Said Assagaff yang mengatakan pembukaan penjaringan di Partai Golkar hanya untuk menjaring Wakil Gubernur, ” Jelas sumber yang enggan namanya dipublikasikan itu. (IN 06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top