Seram Bagian Barat

Komisi C DPRD SBB, Mediasi Pendidikan Warga Desa Sole

19022762_1699701013665190_1453644629_o

SBB, MALUKU.- Persoalan dusun Jawa Sakti desa Sole kecamatan Waesala kabupaten Seram Bagian Barat pasca bencana alam longsor beberapa waktu lalu membuat perbedaan cara berpikir karena ada sebagian warga memilih menetap di dusun Jawa Sakti namun ada sebagian warga memilih pindah ke rumah pengungsian bencana yang sudah disiapkan oleh pemerintah kabupaten SBB.

Dalam kunjungannya komisi C bersama mitra komisi nya Dinas pendidikan dan kebudayaan yang diwakili oleh Bidang Pendidikan Dasar bagian Seksi Kurikulum dan Penilaian kemarin.

Mengenai perbedaan pikiran sebagian warga yang memilih mengungsi dan ada yang tidak, Ketua Komisi C Maaruf Tomia menyatakan itu bukanlah konflik, namun hanya berkaitan dengan pilihan hidup. Yang memilih bertahan dan tidak mengungsi bukan arogan terhadap pemerintah daerah.

“Yang memilih menetap didusun Jawa sakti dengan pilihan warga itu sendiri. Sumber hidup mereka bertani, jika pindah ke tempat pengungsian tidak ada tempat untuk mereka bertani karena. Karena itu ada sebagian yang bertahan,” tambah Tomia.

Terkait dibuat SD persiapan dengan nama lain dia menyarankan untuk jangan lagi memakai SD negeri Jawa sakti, hal ini akan dikoordinasikan dengan pemerintahan desa supaya ini secara hukum masih menjadi bagian dusun Jawa Sakti, karena bila kenyataan ini sudah dideklarasikan, maka ini bukanlah konflik namun hanya perberbedaan pikiran.

Disinggung soal kelas jauh dusun Jawa Sakti dan sekolah induknya di desa Luhu kecamatan Huamual kabupaten SBB disampaikan Maaruf saat rapat komisi C dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ada dua solusi solusi, yang pertama adalah kelas jauh yang kedua adalah sekolah satu atap namun yang muncul dilapangan adalah opsi SD Satu Atap mereka ingin berdiri sendiri dan tidak tergantung lagi dibawa Jawa Sakti yang saat ini berlokasi di Mahua yang adalah tempat pengungsian,

“Saya berharap pemerintah daerah harus bijak dalam mengambil solusinya sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat demi anak anak mereka agar tidak putus pendidikan dan mendapatkan pendidikan selayaknya,” jelasnya.

Ditambahkan Sekretaris komisi C, La Ode Risno Judin, saat tatap muka dengan sebagian masyarakat yang mengungsi ke rumah pengungsi di Mahua yang disiapkan pemerintah kabupaten SBB.

19048344_1699700893665202_837806208_oTerkait dengan itu maka langkah pertama yang akan diambil komisi c yakni berkoordinasi dengan pihak pemerintah derah dan pemerintah desa untuk menyelesaikan konflik lain mengenai apakah Jawa Sakti menjadi dusun sendiri dan Mahua juga menjadi dusun sendiri ini tergantung hasil mediasi.

“Mengenai pendidikan, kita akan mendirikan sekolah baru dan serta mendorong pemerintah daerah untuk mendirikan. Sekolah baru apapun bentuknya, apakah itu yayasan atau pemerintah akan kita koordinasikan dengan pemerintah daerah dan dinas pendidikan dan kebudayaan,” terang Judin.

Pada tahun ajaran yang baru mungkin sudah ada jawaban dari dinas sehingga masa depan pendidikan dapat terselamatkan. Saat ini sekolah yang dibongkar bagian atapnya masih dapat dilakukan renovasi serta rehab atap dan juga pada pintu jendelanya ini akan menjadi pikiran dan menjadi tanggung jawab komisi C untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten.

“Selama status sekolah itu belum jelas dan belum ada namanya, kita mengalokasikan dana dan yang berikut harus bisa mandiri dari sekolah yang lain atau kelas jauh minimal status pengakuanya,” harapnya.  (IN-13)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top