Militer

Kapolri Instruksikan Kapolda Antisipasi Terorisme Jelang Idul Fitri

Kapolda

Ambon,Maluku- Kapolri Jenderal Pol. Drs. Tito Karnavian, didampingi Waka Polri Irjen Pol. Drs. Syafrudin, Msi, Irwasum Polri Irjen Po. Drs. Dwi Priyatno dan para Pejabat Utama Mabes Polri memberikan arahan para Kapolda dalam rangka persiapan Ops Ramadniya 2017 yang berlangsung di Mabes Polri.

Untuk menindak lanjuti arahan Kapolri tersebut Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Deden Juhara, menyampaikan kepada para pejabat utama Polda Maluku dan dihadiri Irwasda Maluku Kombes Pol. Drs. Sarono, MH. yang berlangsung di ruangan kerja Kapolda Maluku, (2/6).

Dikatakan Kapolri , untuk Undang-Undang Terorisme, Presiden RI telah memerintahkan untuk segera diselesaikan, dan juga diharapkan TNI  terlibat dalam upaya pemberantasan Terorisme. Maka yang diwaspadai jangan sampai penanganan terorisme bergeser dari mengutamakan penegakan hukum dan HAM.

Seperti terkait dengan sweeping Ormas, jangan sampai terjadi terutama pasca penanganan kasus yang melibatkan Rizieq Shihab. Lebih lanjut dikatakan, sekarang ini pimpinan Jemaah Islamiyah yang bersal dari Jawa Tengah sehingga basisnya berada di Jawa Tengah. Jamaah “ANSARUT DAULAH” dengan memiliki Cabang /Mudiriyah di wilayah jawa barat.

Keaktifan kelompok mudiriyah ini di sebabkan oleh adanya NII di wilayah jawa barat sehingga kata Kapolri operasi penegakan hukum harus difokuskan di wilayah jawa barat.

Menurut kelompok ini, Polisi di anggap sebagai kafir harbi atau thougut, untuk mengantisipasi ancaman terhadap anggota Polri yang melaksanakan tugas di lapangan maka Kapolri meminta kepada personil intelijen dan reserse yang ada di kewilayahan agar bekerja sama secara proaktif dengan Satgas Densus 88 AT Polri di wilayah masing-masing, lakukan pengawasan secara ketat terhadap mantan anggota kelompok radikal atau oknum radikal yang sudah di deteksi, jika dalam pengawasan di temukan ada aksi yang dianggap berpotensi mengganggu Kamtibmas maka segera di ambil langkah hukum, selain itu Kapolri juga meminta agar setiap anggota Polri di lapangan dilengkapi dengan senjata dan perlengkapan perorangan termasuk senjata yang tidak mematikan.

Kapolri juga menyinggung terkait kelompok teroris yang ada di Marawi agar di kordinasikan dengan pihak imigrasi dalam hal pengawasan di batas masuk keluar perbatasan Indonesia, hal ini di maksudkan agar jangan sampai saat tersudut oleh militer Filipina mereka ini akan melarikan diri ke wilayah Indonesia.

Kepada para Kabid, Kadiv dan Kapolda Metro Jaya agar kejadian bom di kampung Melayu di ekspos terus sehingga bias menjadi motifasi dan prihatin sehingga tidak takut dengan aksi terror yang terjadi, dikemas dengan baik agar masyarakat sadar akan bahaya kelompok ini dan yang diserang bukan hanya Polisi tapi juga masyarakat.

“Mengenai masalah penanganan konflik social dengan melibatkan Bhabinkamtibmas,  agar benar-benar dimanfaatkan serta lakukan pendekatan dengan para tokoh. Jika Kapolres lemah, turun langsung untuk menyelesaikannya. Jika kalau Kapolres sudah teridentifikasi lemah, maka usulkan untuk diganti. Maka SDM agar mengakomodir,” pintanya.

 Kapolri juga mengatakan permasalahan peristiwa tawuran kampong seperti yang terjadi di Bima, maka diusahakan jangan sampai melebar, Polri harus menanganinya dengan cermat dan jangan menyalahi prosedur dan aturan yang telah ditetapkan. Sedangkan menindak lanjuti stabilitas Pangan, Presiden berharap kepada Polri untuk mampu menjaga stabilitas. Seperti supply sudah dinyatakan cukup. Maka persoalannya adalah pada jalur distribusi, diaman rawan terjadi spekulasi oleh para karter yang melalukan penimbunan, maka hal ini berpengaruh pada kenaikan harga. Maka berbagai permasalahan tentang pangan telah dilaporkan kepada Presiden. Presiden menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. Akan tetapi hal yang kita akan lakukan adalah menangkap kartelnya. Tapi jangan sampai penegakan hukum justru menimbulkan kelangkaan dan kenaikan harga.

“Menyinggung persiapan arus mudik dan arus balik, yang menjadi titik utama yaitu dipulau jawa, untuk itu lakukan koordinasi dengan lintas sektoral secara instensif oleh Asop dan Kakorlantas agara dilakukan komunikasi juga dengan TNI untuk menggerakan armadanya untuk mengangkut kendaraan Ranmor roda dua dalam rangka antisipasi arus mudik jelang idul fitri,” ungkapnya. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top