Pendidikan

Cegah Kekerasan Terhadap Anak Dimulai dari Pendidikan Orang Tua

ferdi giat

Ambon, Maluku- Anak adalah anugerah Tuhan yang diberikan dalam setiap keluarga. Namun sering kali tindakan kekerasan kepada anak dalam keluarga sering menimbulkan trauma yang begitu mendalam. Hal inilah tidak terlepas pisahkan dari bimbingan dan arahan dari orang tua untuk mendidik anaknya masing-masing.

Untuk itulah sebagai bentuk kepedulian akan kedekatan orang tua kepada anak, Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Citra Kasih Ambon, menggelar diskusi tentang kedekatan orang tua dalam melihat pertumbuhan anak dengan tema “ Orang Saya, Penuntun Saya (My Parents, My Menthor)”. Kegiatan yang dilaksanakan, Sabtu (17/6/2017) menghadirkan Mr Anthonisu Tanan, MBA, M,Sc, MA, (Senior Director Of Ciputra Group, President of Universitas Ciputra Enterpreneurship Center) selaku pembicara dalam dialog tersebut.

Mr Anthonius Tanan, MBA, M,Sc, MA saat diwawancarai Wartawan mengatakan, trauma seorang anak yang mengalami perlakuan kekerasan dari seseorang, kemungkinan anak tersebut pasti akan meneruskan budaya kekerasan tersebut ketika Dewasa. Disisi lain orang tua sebagai pendidik dalam keluarga bila tidak menangani perlakukan kekerasan yang dilakukan terdapa anak dalam keluarga, maka anak tersebut akan menganggap orang tua dalam keluarga sebagai sumber kekerasan.

“ Kekerasan kepada seorang anak ibarat luka yang mendalam yang tidak bisa terlihat secara kasat mata namun bisa dirasakan oleh seorang anak yang mengalami kekerasan yang berdampak pada proses pertumbuhannya. Anak-anak yang mendapat kekerasan dari orang tuanya, punya kemungkinan ia akan meneruskan budaya kekerasan tersebut ke generasi berikutnya. Di satu sisi hukuman dilakukan oleh orang tua kepada anak harus dibarengi dengan ungkapan cinta kasih yang lain kepada anak,” Ucapanya.

Dikatakannya pendidikan formal dalam sebuah keluarga sangatlah penting dalam membentuk karakter seorang anak. Selain pendidikan di didalam lingkungan keluarga, seorang anak juga perlu mendapat pendidikan di sekolah, hal ini bertujuan untuk membantu pertumbuhan anak agar bisa bersosialisasi dan berkreatifitas dengan orang lain yang yang tidak hanya dikenali dalam satu komunitas keluarga .

“Pendidikan keluarga merupakan sebuah sekolah untuk membentuk karakter dan jati diri dari seorang anak, yang mana selaku orang tua bila mampu mengembangkan kurikulum ajar dalam rumah maka sebuah rumah bisa menciptakan sebuah sekolah yang tidak kalah hebatnya dengan pendidikan yang ada di sekolah-sekolah yang ada di masyarakat,” Ungkapnya.

Selain itu selaku kepala sekolah TK Citra Kasih Ambon Nensi Christina Yosefi Ronturambi, S,Pd saat ditemuai Wartawan seusai kegiatan diskusi, mengatakan sebagai sekolah interpreneurship yang mengedepankan gagasan kedekatan anak dengan orang tua, perlu adanya sebuah pendidikan karakter yang dilakukan oleh lembaga pendidikan bagi anak usia dini. Hal ini tidak terlepas pisahkan dari dukungan dan topangan dari orang tua kepada anak  yang presentasinya  juga dapat bersumber dari pendidikan keluarga.

“Melalui sekolah citra kasih yang mengedepankan asas Interpreneurship dalam membentuk karakter seorang anak yang masih berusia dini agar dekat dengan orang tua dan keluarga. Secara bidang akademis kami menyadari bahwa kami belum mendapat nilai yang signifikan karena belum menghasilkan tamatan atau alumni dari TK Citra Kasih. Namun yang terpenting bagi kami pendidik adalah mampu membentuk karakter anak-anak yang masih tergolong relative muda agar lebih dekat dengan orang maupun keluarga,” Tutur kepala sekolah TK Citra Kasih Ambon. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top