Hukum & Kriminal

Wah… Ini Motif Pelaku Pelemparan BOM Di Desa Waisamu SBB

Kapolres SBB Edit IN

Ambon-Maluku- Kasus pelemparan Bom di depan rumah mantan Raja Waisamu, W, A Reunussa, bulan April lalu, diduga dilakukan oleh Came (18) seorang mahasiswa pada sebuah universitas di Kota Ambon. Pelaku diciduk di Desa Wailela, Kecamatan Teluk Ambon, tepatnya di belakang Kampus Poltek Unpatti.

Sementara pelaku lainnya, Melkianus Sisinupuy (21), guru pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Seram Bagian Barat (SBB), diamankan di desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten SBB. Kedua pelaku pelemparan Bom ditangkap atas kerjasama Polda Maluku dan Polres Seram Bagian Barat.

“Kasus Pelemparan Bom telah ditindak lanjuti oleh Dirkrimum Polda Maluku dengan aparat TNI dan penanganan kasusnya berlangsung di Polres SBB dan telah mengamankan dua orang pelaku pelemparan Bom di desa Waisamu Kecamatan Kairatu pada Bulan April kemarin. Selanjutnya prosesnya akan dilakukan penegakan hukum oleh pihak Polres SBB yang akan melakukan pemeriksaan berkas dan tersangka selanjutkan diserahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi Maluku, yang mana kedua tersangka akan dikenakan pasal 6 Undang-Undang nomor 15 tahun 2013 tentang Terorisme dengan hukuman 6 tahun penjara,” Ucap AKBP Agus Setiawan S.IK saat ditemui Wartawan. Jumat (19/05) kemarin di desa Luhu.

Kedua tersangka ini layak disebut teroris, pasalnya motif dari kedua pelaku pelamparan BOM tersebut adalah ingin memberikan rasa takut kepada masyarakat Kairatu dengan melakukan terror sehingga membuat masyarakat yang ada di Sekitar Kairatu menjadi resah.

“Kedua tersangka pelemparan bom yang kami tangkap satunya berperan sebagai Joki dengan mengendarai motor dan satunya yang meletakan atau melempar bom di depan rumah Mantan Raja Waisamu, dan kasus ini masih terus kita kembangkan untuk mencari tahu siapa yang merakit bom dan bahan-bahan untuk membuat bom yang didapatkan oleh kedua tersangka,” Ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa insiden pelemparan bom rakitan yang terjadi di Desa Waisamu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terjadi sebanyak dua kali dimana ledakan pertama terjadi di depan rumah mantan kepala desa setempat, Abraham Rehunusa sekitar pukul 03.40 WIT dan ledakan kedua di depan rumah salah satu warga bernama Wiliam Lewerissa.

Ledakan tersebut membuat warga jadi emosi dan sempat melakukan pemblokiran ruas jalan Trans Seram yang melintasi desa tersebut menuju Piru, Ibu Kota Kabupaten SBB dengan menggunakan kayu dan batu.

Namun emosi warga dapat diredam setelah Kapolres SBB AKBP Agus Setiawan bersama Komandan Kodim 1502, Letkol Inf Ahmad Fikri Dalimunthe turun ke lokasi kejadian bersama sejumlah personelnya, termasuk Satgas BKO Yonif 726/Tamalate. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top