Militer

Tugas Polair Menjaga Keutuhan Teritorial Laut Indonesia

kapal_patroli_polair

Ambon,Maluku- Sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor , 22 Tahun 2010 tentang pengembangan salah satu fungsi adalah Polda, yang didalamnya terdapat Kepolisian Perairan (Polair). Hal ini dikatakan Dir Polair Polda Maluku yang diwakilkan oleh Kasi Tindak Subdit Gakum, AKP Akmil Japai, S,Hi kepada INTIM NEWS, Via Seluler, Selasa (16/05), mengatakan peran Direktorat Polair Polda Maluku dalam menegakan hukum di laut dengan tugas utama Polair adalah mengantisipasi illegal loging, ilegal fising dan terorisme di wilayah perairan Maluku.

“Polair telah melaksanakan Patroli dan membuat Pos-pos tertentu dan dilihat dari geografis dan ekstrimnya cuaca di daerah Maluku. Maka Direktorat Polair dengan 18 Armada kapalnya yang siap setiap saat melaksanakan Patroli rutinnya,”ungkapnya.

Dikatakannya,Walaupun sudah ada 18 Armada Kapal, tapi kapal yang ada sekarang yang dimiliki Dit Polair Polda Maluku yaitu Kapal Tipe “ C “ sehingga masih dirasakan masih kurang, mengingat wilayah Polda Maluku sangat luas. Kapal yang dibutuhkan Kapal Tipe “B“ hal ini karena sesuai dengan ekstrimnya cuaca yang ada di daerah Maluku.

” Dengan kepemilikan Kapal Tipe C tidak menurunkan pelaksanaan tugas operasi atau patroli laut, mengingat sering terjadi tindak pidana yang terjadi yang mana biasanya dilakukan oleh manusia-manusia jahil yang mencari keuntungan secara pribadi dalam kurung waktu beberapa pekan ini. ilegal fising yang ditangani rata rata bermasalah pada ijin, yang mana ijin yang dikantongi oleh para nelayan tidak sesuai dengan lokasi tangkapan,” ucapnya.

Dikatakannya Dit Polair dalam melaksanakan tugas selalu melaksanakan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait dalam menjaga keamanan laut. Untuk itu, pos pos Pol Air telah ditempatkan di berbagai daerah di Maluku masing masing, Polres Buru, Polres MTB dan Polres MBD.

“Mohon dukungan untuk bisa mengimbangi pelaksanaan tugas yang diemban Dit Polair dengan menjalankan fungsi kedepan karena letak geografis Maluku yang bisa dikatakan ekstrim. Untuk itu masyarakat Maluku harus menjadikan laut sebagai masa depan kita, jangan kita merusaknya dengan merusak biota-biota laut dan terumbu karangnya,” harapnya. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top