Maluku Tengah

Rutah Rawan Longsor, Warga Waspada

bencana

MASOHI,MALUKU- Warga negeri Rutah, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah kembali dibuat khawatir dengan keretakan tanah pada lereng gunung di belakang negeri tersebut. BPBD setempat mulai memasang tenda darurat untuk mengavakuasi warga.

Pergeseran tanah pada lereng gunung tersebut telah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Pemerintah lalu memasang sirene sebagai tanda peringatan bagi warga bila tanah kembali mengalami peregeseran.

Saat ini sirene tersebut kembali berbunyi ketika tanah bergeser 70 centimeter. Warga yang tinggal dalam zona merah atau dibawah lereng gunung yang retak pun mengungsi.

“Kalau malam, (warga) pindah dari kampung, pindah ke lapangan karena takut tanah longsor. Apalagi kalau hujan,” ungkap salah satu warga Rutah, Jais Boinauw ketika dihubungi INTIM NEWS via seluler, Senin (15/5).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah telah menyediakan enam buah tenda darurat sebagai tempat pengungsian warga di saat sirene berbunyi.

Langkah antisipasi terhadap kondisi tersebut telah dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Gajah Mada dan BPBD kabulaten Maluku Tengah, beberapa bulan lalu.

Saat itu juga telah digelar simulasi serta pembetukan tim koordinator penanganan bencana longsor.

Guna mendeteksi pergerakan tanah ini, Tim Peneliti dari UGM telah memasang 3 alat peringatan di Ruta, masing-masing alat penangkal curah hujan atau masuk pada level waspada. Sementara alat yang kedua merupakan alat pengukur kemiringan masuk pada level siaga. Dan alat yang ketiga adalah alat pengukur kemiringan tanah. (IN-16)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top