Maluku Utara

Pemprov Malut Gandeng TNI-Polri Gelar Rapat Antisipasi Terorisme Marawi

Marawi

Ternate,Malut – Pemprov Maluku Utara bersama TNI-Polri menggelar rapat kordinasi tertutup membahas masalah antisipasi ancaman Terorisme/Radikalisme yang terjadi di Marawi, Pulau Mindanau, Fhiliphina Selatan.

Rapat digelar di Aula Babullah Makorem 152/Bbl Jl. A.M. Kamarudin Kec. Ternate, Maluku Utara dan di ruang meeting Bupati Halmahera Utara, Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Kegiatan ini dilaksankaan secara serentak seperti rapat yang juga digelar di Ambon, Selasa (30/05) kemarin.

Rapat yang dilakukan pemerintah setempat sebagai langkah antisipasi larinya pemberontak Maute yang berafiliasi dengan ISIS ke wilayah Maluku Utara, yang letak geografisnya berdekatan dengan Marawi.

Kodam Pattimura TernateAdapun hasil rapat yang digelar di dua tempat yakni di Ternate dan Tobelo adalah, perlunya upaya propaganda dan pengawasan agar kelompok radikal dan teroris tidak masuk ke Wilayah Maluku Utara, Mengingat Wilayah Maluku Utara yang begitu dekat dengan Filiphina. Misalnya seperti daerah Tobelo dan Ternate. Serta perlu adanya upaya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar kelompok radikal tidak masuk ke wilayah Maluku Utara.

Dalam Rapat ini ditekankan agar Tim pengawasan orang asing (Pora) yang sudah dibentuk lebih aktif sehingga tidak ada persoalan-persoalan yang terjadi dilapangan seperti kejadian penghadangan Tenaga Kerja Asing (TKA) di pelabuhan beberapa waktu yang lalu di Ternate. Kemungkinan wilayah Marawi dimasuki ISIS karena kurangnya pengawasan. Untuk itu perlu pengawasan dan pemantauan di wilayah kita baik melalui pesawat ataupun kapal laut. Dalam pelaksanaannya, agar melibatkan seluruh instansi terutama TNI dan Polri.

Seluruh jajaran Kominda diminta dapat berperan aktif mendukung program Pemerintah Pusat dalam menangkal radikalisme di wilayah Porvinsi Maluku Utara. Seluruh elemen masyarakat juga bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan Wilayah. Unsur Kominda harus bersinergi dalam upaya menjaga sitkamtibmas dan mewaspadai terkait adanya pergerakan kelompok terorisme/radikalisme seperti ISIS dan kasus peledakan Bom yang baru-baru ini terjadi di Jakarta, agar tidak terjadi didaerah lain.

“Mari sama-sama kita untuk mencegah berkembang dan masuknya paham Radikalisme/terorisme seperti ISIS di wilayah Malut. Dalam penanganan paham radikal kita tetap akan melibatkan pihak Kesultanan yang ada,” Ujar Kabinda Maluku Utara, Brigjen TNI Handy Geniardi. (IN-10/Cr-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top