Hukum & Kriminal

Pelaku Pencurian Uang Basarnas Ambon Dibekuk Polisi

curi uang basarnas

Ambon,Maluku – Muhammad Dang Danai (54) asal Bugis, Sulawesi Selatan, pelaku pencurian uang tunjangan Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Ambon senilai Rp 268.100.250, akhirnya dibekuk Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Pria pengangguran yang memiliki 3 orang anak ini ditangkap oleh Tim Buru Sergap (Buser) Polres Pulau Ambon bekerjasama dengan Buser Polresta Makassar setelah pelaku melarikan diri ke kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan.

Saat ditemui Wartawan di ruangan Reserse Polres Pulau Ambon dan PP Lease, Senin (15/05) tersangka mengakui dalam melancarkan aksinya, dia ditemani oleh sahabatnya Ahmad. Uang milik Basarnas diambil tersangka dan temannya di dalam Mobil Izusu DMax dengan nomor Polisi DE 8392 AM, di Jalan Diponegoro, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, awal April lalu.

“Saya sangat menyesal telah mencuri uang itu. Saya lakukan bersama dengan teman saya Ahmad. Dari hasil curian itu saya mendapat jatah uang sebesar Rp 110.000.000 yang mana uang tersebut telah saya gunakan untuk membeli satu buah sepeda motor dan sisanya saya gunakan untuk biaya berobat orang tua saya yang sedang sakit usus buntu, juga biaya berobat keponakan saya yang sakit lever,”ungkap tersangka Muhammad Dang Danai.

Dikatakannya, setelah mencuri, dirinya langsung menuju Bandara Pattimura untuk berangkat ke kampung halamannya di Makassar (Sulawesi Selatan).

“Saya ditangkap Tim Buser Makassar, Minggu (7/05). Saya ditahan selama 5 hari di Polresta Makassar. Hari Sabtu (13/05), saya dibawa dengan Pesawat Lion Air ke Ambon oleh 2 orang Polisi,”ucapnya.

Untuk diketahui bahwa aksi pencurian uang tunjangan milik pegawai Basarnas Kota Ambon oleh Muhammad Dang Danai bersama temanya Ahmad terjadi pada Rabu (5/4/2017) lalu.

Kejadian berawal usai Welmin (Pegawai Basarnas) menarik uang tunai ratusan juta rupiah dari Bank Mandiri di Jalan Pattimura Ambon. Wanita 32 tahun itu didampingi dua rekan kerjanya, Makmun Murad dan Rofa Heru Wijayanto.

“Saat itu pelapor dan dua rekannya mengambil uang menggunakan mobil dinas. Setelah menarik uang sebesar Rp 268.100.250, ketiganya pergi untuk servis mobil kantor yang digunakan itu,” ungkap Kasat Reskrim.

Dikatakannya, sebelum memasukan mobil dinas untuk diperbaiki di salah satu bengkel di Ambon, ketiganya menuju toko Aneka Motor yang di Jalan Diponegoro. Mereka hendak membeli onderdil mobil tersebut.

“Di depan toko onderdil, mobil diparkir. Dua teman pelapor masuk menanyakan onderdil di toko. Sementara pelapor menanti di dalam mobil bersama uang ratusan juta rupiah itu,” jelasnya.

Menunggu di dalam mobil, Welmin menghubungi Varyo Ririhena, adik sepupunya. Dia meminta sepupunya itu menjemputnya untuk diantar ke percetakan Aman Jaya. Selang 30 menit berlalu, adik sepupunya datang menggunakan sepeda motor.

Sebelum pergi membayar tagihan di percetakan Aman Jaya, Welmin menemui dua rekannya yang sedang berbelanja onderdil mobil.

“Saat menemui rekannya, uang tersebut tidak dibawa dan masih berada di dalam mobil,” ujarnya.

Welmin meminta mereka untuk kembali ke mobil dan menguncinya karena uang tunjangan pegawai masih berada di dalam mobil. Usai menyampaikan maksudnya, Welmin pergi bersama sepupunya dengan sepeda motor. Sementara dua rekannya menuju mobil untuk mengunci dan memeriksa uang tersebut.

“Saat kedua rekannya tiba di mobil, mereka melihat uang tunjangan pegawai SAR Ambon hilang,” ucapnya.

Keduanya yang kaget dan bingung kemudian menguhubungi Welmin. Setelah memastikan uang tersebut hilang dicuri, mereka lantas melaporkan ke polisi. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top