Ekonomi

PASAR MURAH JELANG WAISAK, ASN TAK MALU-MALU BELI SEMBAKO

18279852_1872120573050347_1289331148_n (1)

AMBON,MALUKU- Hari pertama pelaksanaan pasar murah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Aparatur Sipil Negara (ASN) tampaknya tak malu-malu membeli sembako . Meskipun telah mendapat warning dari Assisten II Setda Maluku, Maritje Lopulalan saat membuka pasar murah.  Sedangkan, pasar murah telah diketahui bersama diperuntukan bagi masyarakat ekonomi lemah.

Aksi terang-terangan yang dipertontonkan di depan mata para awak media, yang sementara meliput kegiatan tersebut tak membuat mereka mundur. Bahkan, ada kekecewaan salah satu warga bernama Nina melontarkan kalimat tujuan dan fakta penjualan pasar murah ini sangat berbeda dari faktanya.

“Kita yang hadir, masyarakat bawah dinomorduakan, tapi yang lebih diutamakan itu mereka yang berstatus pegawai negeri, miris sekali kita melihatnya,” curhatnya kepada media ini, Rabu (03/05) di halaman kantor Disperindag tempat berlangsungnya pasar murah.

Beberapa jam sebelumnya, Sekretaris Dinas, Abraham Nanlohy dalam laporan penyelenggraan kegiatan tersebut menerangkan, pasar murah selalu rutin diadakan sebagai wujud tali kasih pemerintah dengan masyarakat.

“Kegiatan ini mengandung makna strategis dan memiliki tujuan untuk membantu masyarakat Maluku untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama,”tandasnya.

Juga tambahnya, pemerintah memberi ruang kepada para distributor untuk menjual barang dengan harga murah kepada masyarakat. Dengan melibatkan 7 distributor di kota Ambon termasuk di dalamnya Hypermart MCM dan Perum Bulog.

Dalam kesempatan yang sama, sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Assisten II Setda Maluku, Maritje Lopulalan yang dirangkum oleh INTIM NEWS disebutkan, dalam menyongsong hari Waisak 2561 tahun 2017, kebutuhan bahan pokok masyarakat untuk Maluku berada dalam jumlah yang cukup dengan tingkat harga yang sangat wajar. Pasalnya,pemerintah melalui Disperindag telah membangun kordinasi dengan beberapa kota besar pemasok seperti,Surabaya,Makassar dan Manado sebagai pusat akumulasi distribusi bahan kebutuhan pokok di kawasan timur.

Diharapkan oleh Gubernur, agar pelaku usaha maupun pihak lain untuk tidak melakukan spekulasi yang berdampak pada kenaikan harga. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top