Hot News

Lagi Ikan Paus Terdampar di Pantai SBB

paus-terdampar
Ilustrasi paus terdampar

SBB,MALUKU- Belum lekang dari ingatan kita, hewan raksasa mirip cumi yang belakangan oleh pihak terkait disebut sebagai Paus Sperma terdampar di Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, awal Mei lalu, kini peristiwa yang sama juga terjadi di Pantai Kabupaten Seram Bagian Barat.

Paus dengan panjang kurang lebih 23 meter dengan tinggi 4 meter dan lebar perut kurang lebih 5 meter itu membuat geger masyarakat Desa Sole, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat.

paus3Penjabat Kepala Desa Sole, Ahad Asma yang dihubungi INTIM NEWS dari Ambon mengatakan, Senin (29/5) sekitar pukul 05.00 WIT seorang warga atas nama Sahril (28) yang berprofesi sebagai pengemudi Speedboat penumpang yang hendak melakukan aktivitasnya, kaget karena melihat benda raksasa menyerupai kapal.

Awalnya yang bersangkutan belum tahu pasti apa yang dilihatnya, namun saat mendekat, barulah Sahril menyadari apa yang dilihatnya itu adalah hewan mamalia laut (Paus) yang terdampar di pantai karang, yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai pantai Kepala Lubang.

“ Penemuan terdamparnya Paus itu, terjadi Senin (29/5) sekitar jam 5 subuh. Tepatnya di Pantai Kepala Lubang. Panjang ikan Paus 23 meter, tinggi 4 meter, lebar perut 5 meter. Awalnya ikan itu ditemukan oleh Sahril (28) pengemudi speedboat. Setelah menemukan Paus itu, Sahril langsung menginformasikan kepada warga, “ Ungkap Penjabat Kepala Desa Sole Ahad Asma.

paus2Ditambahkannya, setelah mendengar informasi tersebut dan memastikan kebenarannya, pihak pemerintah Desa Sole lantas berkoordinasi dengan Kapolres Seram Bagian Barat.

Saat ini pihaknya tengah berupaya mengevakuasi ikan Paus itu ke tengah laut, agar nantinya tidak memberikan polusi udara (saat membusuk) bagi masyarakat setempat.

“ Saya sudah koordinasi dengan Kapolres. Yang jadi persoalan, bagaimana bisa tarik paus itu,supaya bisa keluar dari pantai. Terdamparnya Paus di Dusun Hulung bisa jadi pengalaman buat kita, jangan terjadi lagi disini. Kalau tidak masyarakat sini bisa jadi korban. Saya koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengevakuasi Paus itu, “ Tambah Ahad. (IN-01)

Berikut Videonya : 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top