Ekonomi

Kota Tual Alami Inflasi 0,16 Persen, Ambon Malah Deflasi Sebesar 0,76 Persen

inflasi dan deflasi

AMBON, MALUKU– Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia pada April 2017 ini memang hanya tercatat 53 kota yang mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Berita baiknya adalah kota Ambon mengalami deflasi sebesar 0,76 persen berbanding terbalik dengan kota Tual yang malah terjadi inflasi di April sebesar 0,16 persen.

“Hal ini berarti kota Ambon lebih baik untuk indeks harga konsumen yang menurun jika dibandingkan dengan kota Tual yang meningkat,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk kepada wartawan saat realese di kantor BPS Maluku pada Selasa (2/5).

Menurutnya, inflasi yang terjadi di kota Tual dikarenakan pengeluaran dengan inflasi tertinggi ada pada perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,95 persen, sedangkan inflasi tersendah ada pada kelompok sandang sebesar 0,03 persen .

Untuk deflasi terjadi pada 3 kelompok pengeluaran dengan nilai tertinggi ada pada transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,04 persen, serta kelompok makanan jadi, minuman dan rokok serta tembakau menyumbang sebesar 0,01 persen.

“Jadi untuk bulan April 2017 ini Kota Tual menduduki peringkat 41 kota yang inflasinya tertinggi diantara 82 kota lainnya di Indonesia dan Ambon justru masuk dalam peringkat ke 81,” terang Hutauruk.

Berbanding terbalik dari Tual, Kota Ambon justru mengalami deflasi karena adanya penurunan IHK. Tiga kelompok pengeluaran yang memberikan andil bagi penurunan IHK tersebut antara lain pada kelompok bahan makanan sebesar 5,67 persen, untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,41 persen, dan pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga memberi andil sebesar 0,01 persen.

Sedangkan yang menyumbang kenaikan terhadap IHK ada pada 4 kelompok pengeluaran yakni pada kelompok perumahaan seperti air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,86 persen. Untuk kelompok sandang sebesar 0,35 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen dan pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,52 persen. (Mg-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top