Maluku

Gubernur Ingatkan Tumbuhnya Watak Intoleran yang Membahayakan Kebhinekaan

Gubernur Maluku

AMBON,MALUKU – Akhir-akhir ini, keharmonisan kehidupan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air sedang diuji, oleh berbagai tindakan dari sebagian orang yang memperlihatkan watak intoleran, yang sangat mengganggu dan membahayakan kebhinekaan dan pluralitas ke-Indonesiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Maluku, Said Assagaff, saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya, Batu Gajah, Ambon, Sabtu (29/4/2017) malam, dengan tema Melalui Catur Berata Penyepian Kita Pererat Jalinan Hidup Sesama Orang Basudara di Provinsi Maluku.

Gubernur katakan, perkembangan globalisasi dan aksesibilitas informasi yang kian mudah dan terbuka, selain berdampak positif, tapi juga bisa berdampak negatif.

“Tindakan dan ujaran kebencian hadir dan tersebar secara masif di ruang-ruang publik dan media-media sosial on-line, yang sangat sulit untuk dikontrol, sehingga mengancam sendi-sendi persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa,” ujarnya, terkait dampak negatif yang dimaksudkannya.

Lantaran itu, Gubernur mengajak seluruh warga di daerah ini, untuk mewaspadai penyebarluasan setiap pemikiran dan tindakan yang dapat memecah belah kebhinekaan dalam masyarakat.

“Kewajiban kita adalah merawat dan menjaga kebhinekaan ini, dan menjadikannya sebagai energi positif, yang akan menggerakkan langkah bersama, untuk mewujudkan masyarakat yang semakin maju dan sejahtera,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk memperkokoh semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tengah kehidupan masyarakat Indonesia dan Maluku yang pluralis, tentu dibutuhkan dukungan dan upaya bersama dari seluruh elemen masyarakat.

“Saya bersyukur, berkat dukungan dari seluruh umat beragama di daerah ini, termasuk dari seluruh umat Hindu di Maluku, kita bersama-sama dapat membangun Maluku yang rukun, damai dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.

Atas kebersamaan itu pula, lanjut Assagaff, Maluku saat ini telah menjadi salah satu daerah yang memiliki indeks kerukunan antar umat beragama tertinggi atau terbaik di Indonesia.

“Terjalinnya persaudaraan dalam kemajemukan, terciptanya rasa solidaritas di tengah perbedaan, dan timbulnya rasa saling menghargai dan menghormati di antara seluruh elemen masyarakat, tentunya akan menjauhkan kita dari berbagai pertentangan, permusuhan dan konflik,” tandas Assagaff.(IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top