Militer

357 Sasaran Diselesaikan TNI Pada TMMD ke 98 Tahun 2017

TMMD

AMBON, MALUKU- Gotong-royong dalam kemanunggalan TMMD ke-98 diharapkan semakin membentengi diri dari atensi disintegrasi yang dipicu oleh sentiment perbedaan dan intoleransi. TMMD ke-98 tahun 2017 ini secara nasional, TNI telah menyelesaikan sebanyak 357 sasaran yang ada disetiap desa di Indonesia.

Komandan 1504/Ambon, Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Roynald D. Sumendap selaku Komandan Satuan Tugas TMMD dalam laporan pelaksanaan menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan membantu pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik maupun non fisik memantapkan kemanunggalan TNI dan Masyarakat dalam rangka menyiapkan ruang juang dan alat juang yang waktu pelaksanaan selama 30 hari dari 5 April 2017 sampai 4 Mei 2017 yang meliputi 4 Desa di Kota Ambon Negeri Hukurila, Amahusu, Latuhalat, dan Hutumuri. Berikut renovasi berupa kegiatan fisik antara lain balai pertemuan di Hukurila, rehabilitasi dreinase Dusun Omputih, pembangunan jalan negeri Latuhalat sepanjang 291,56 Meter, pembangunan drainase di Latuhalat sepanjang 24 meter, pembangunan drainase lingkungan Desa Amahusu sepanjang 278, 70 meter, pembangunan drainase lingkungan jalan pos Hutumuri sepanjang 52, 50 meter, pembanguan drainase Gang Rambutan sepanjang 52,50 meter, pembangunan drainase lingkungan jalan Waru sepanjang 142 meter yang keseluruhan penyelesaian pekerjaan diselesaikan 100 persen.

“ Kebersamaan seperti ini merupakan hakekat kemunggalan TNI dengan Masyarakat yang merupakan roh perjuangan bangsa dan akan terus dibangun dan dipelihara oleh TNI kepada masyarakat guna menyiapkan ruang, alat serta kondisi ruang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara yang bersifat semesta secara ciri khas negara Indonesia yang mengedepankan keterpaduan TNI dan rakyat. Apresiasi yang tinggi kepada semua komponen masyarakat yang saling mendukung hingga kegiatan TMMD terselenggara dengan aman dan lancar,” jelas Komandan 1504/Ambon, Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Roynald D. Sumendap dalam upacara pentupan TTMD di dusun Airlouw Kecamatan Nusaniwe, kota Ambon (4/5).

Sedangkan kegiatan non fisik antara lain penyuluhan tentang KB kesehatan, penyuluhan tentang pembibitan penghijauan, penyuluhan tentang Anjing Rabies, penyuluhan HIV AIDS, penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, penyuluhan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dan penyuluhan tentang narkoba.

Kegiatan TMMD ini dikerjakan personil 42 orang Kodim 1504/Ambon, 18 orang PNS Pemkot Ambon, personil Polri sebanyak 8 orang, personil Hubdam 2 orang, personil Kudam 2 orang, personil Zidam sebanyak 1 orang, personil Yonif 733 Raider Kodam XVI Pattimura sebanyak 40 orang, personil TNI Angkatan Udara (AU) sebanyak 3 orang, personil TNI Angkatan Laut sebanyak 5 orang, personil Denzipur sebanyak 5 orang, personil Denkav sebanyak 15 orang, Pomdam 2 orang yang total personil yang membantu penyelesaian TMMD ke-98 Kodim 1504/ Ambon.

“Ada sekitar 150 orang yang mengerjakan proyek tersebut, dengan anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Kota Ambon senilai Rp 952,617,300 dan Angaran dari PJO (Pejabat Operasional) Militer senilai Rp 267. 662, 300,” Katanya.

Dalam amanatnya Kepala Staf Angkatan darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan oleh Kepala Staf Kodam XVI/ Pattimura Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Tri Suwandono mengatakan kegiatan TMMD sebagai sebuah refleksi dari kemanunggal TNI yang hakiki dengan segenap element bangsa untuk mengatasi berbagai persoalan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dikatakannya bahwa program TMMD sdudah dimulai sejak 1980 dengan sebutan ABRI masuk Desa (AMD). Yang mana melalui evaluasi dan penyempurnaan program TMMD terus diselenggarakan secara intensif dengan lingkup kerja sama yang semakin luas dengan Kementerian. Hal ini dilakukan agar TMMD semakin memberikan manfaat kepada masyarakat secara lebih tepat.

“ Tahun 2017 ini program TMMD yang semula diselenggarakan 2 kali dalam setahun ditambah menjadi 3 kali dalam setahun. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu akselerasi program pembangunan diwilayah-wilayah yang sulit terjangkau, juga sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya Indonesia yang menjadi makna luhur dari Pancasila yaitu gotong royong,” katanya.

Ditambahkannya lagi, pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang tersebar diberbagai Kodam di Indonesia antara lain, pembangunan sarana transportasi berupa pembangunan jalan baru, pembuatan jalan makadam, jalan rapat, rehabilitasi jalan, peningkatan jalan, betonniasi jalan, penimbunan, pelebaran dan pengerasan jalan. Disamping itu juga dilakukan pembangunan infrastruktur lainnya yang meliputi pembuatan jembatan, pembuatan tanggul, pemasangan gorong-gorong, pembangunan gapura, pembuatan pos kamling, pembuatan sarana olah raga, renovasi rumah ibadah, dan rumah tidak layak huni, serta pembangunan sekolah, dan pembanguan pusat-pusat kegiatan masyarakat. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top