Hot News

Teror BOM “Hantui” Masyarakat Waisamu

18035039_120300003247149339_574152348_n

SBB,Maluku- Masyarakat Desa Waisamu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Selasa (18/4) dini hari digemparkan dengan ledakan BOM rakitan sebanyak 2 kali. Ledakan BOM yang dilemparkan oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi sekitar pukul pukul 03.30 WIT di depan kediaman mantan Raja Waisamu, Abraham Rehunusa dan di depan Rumah Wiliam Lewerissa.

18034918_120300003238932630_1041340437_nPelaku terlihat menggunakan kendaraan bermotor (Berboncengan) menuju kearah desa Nuruwe. Sontak aksi teror BOM yang dilakukan oleh OTK itu, memicu amarah warga setempat. Selang beberapa saat, tepatnya pukul 15.30 WIT terjadilah konsentrasi massa yang berbuntut pada pemblokiran jalan Trans Seram.

Ruas jalan Trans Seram diblokir warga dengan menggunakan kayu dan batu. Ada juga yang menebang pohon untuk menutup akses ke Kota Piru, dan ke pelabuhan penyeberangan Ferry Waipirit.

Sekitar pukul 06.00 WIT, aparat keamanan dari Koramil 1502-08/Kairatu, Satgas BKO Yonif 726/Tamalate, Polres SBB, Brimob Ki 2 Piru, yang berjumlah kurang lebih 200 orang, tiba di TKP untuk menenangkan warga.

Kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan SIK dan Dandim 1502/Masohi, Letkol Inf Ahmad Fikri Dalimunthe SIP, juga pihak Kesbangpol Linmas SBB, H. Saban Patty S.Sos, tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIT untuk bermediasi dan bernegosiasi dengan warga Waisamu yang tidak terima  teror Bom tersebut.18034953_120300003243110683_2029047298_n (1)

Kurang lebih 2 jam bernegosiasi, akhirnya kosentrasi massa dapat dicairkan dengan mediasi pihak Polres SBB, Kodim 1502/Masohi, dan Kesbangpol Linmas.

Menyikapi aksi terror BOM itu, masyarakat Desa Waisamu meminta kepada Pemda SBB, TNI – Polri untuk menyikapi dengan serius teror BOM yang terjadi di Desa Waisamu. Masyarakat pun memberikan tenggang waktu hingga sepekan kedepan.

Masyarakat Desa Waisamu pun meminta kepada pihak Kepolisian dan Pemda SBB untuk memperhatikan kondisi wilayah Waisamu yang rentan berkonflik dengan desa tetangga (Desa Nuruwe).

Mereka juga meminta pihak Stakeholeder untuk memfasilitasi perdamaian antara desa Waisamu dan desa Nuruwe, juga meminta jaminan keamanan bagi masyarakat Waisamu yang menggunakan akses jalan ke Piru melintasi desa Nuruwe begitu pula sebaliknya.

Kasus Teror BOM di Desa Nuruwe itu saat ini tengah didalami Polres Seram Bagian Barat. (IN-13/Jessy)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top