Community

TBNE Tak Tersentuh Uluran Tangan Pemerintah

17858478_213547265797694_199115524_o

Langgur,Maluku- Apresiasi dan Penghargaan yang tinggi layak  diberikan kepada Gerakan Muda Putra-Putri Evaf yang tergabung dalam komunitas Taman Bacaan Nuhu Evaf  (TBNE).

Bersama membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan Bangsa, khususnya di Bumi Larvul Ngabal, sekolompok Putra- Putri Evaf mendirikan, Taman Bacaan Nuhu Evaf (TBNE).
Komunitas Taman Bacaan Nuhu Evaf ( TBNE ) yang dikoordinir oleh Infantri Rettob, S, ik. dan sudah berdiri sejak empat tahun lalu tepatnya sejak  tahun 2013 lalu.

Hanya dengan bermodalkan semangat dan niat yang tulus, mereka berusaha membangun taman baca itu . Hal ini di ungkapkan oleh Infantri Retob, S.ik, saat ditemui Wartawan INTIM NEWS di  Watdek, Sarabah Tual, Minggu  (9/4).

Pria yang menempuh pendidikan di kota Pelajar Jogyakarta itu Mahasiswa, merasa memiliki tanggungjawab moral kepada bumi Larwul Ngabal, olehnya itu salah satu langkah konkrit yang dibuatnya yakni mendirikan taman bacaan. Dalam mengelola taman bacaan, Rettob kini dibantu oleh dua orang rekannya yakni Hasan Borut, dan Hambali yang juga menempuh pendidikan di Jogjakarta.

Awalnya referensi (Buku-buku) untuk taman bacaan diperoleh dengan jalan mengepul donasi (buku) dari para Mahasiswa asal Maluku Tenggara yang ada di Jogyakarta (Jateng) , dan Bandung (Jabar) juga mahasiswa yang ada di Maluku. Hasil donasi dari mahasiswa asal Maluku Tenggara itu berhasil mendapatkan buku bacaan sebanyak kurang lebih seribu delapan ratus buku.

Menyinggung  terkait dengan program Taman Bacaan (TBNE) diungkapkan, dengan jumlah personel kurang lebih  20 orang, tiap akhir pekan pihaknya membuka lapak buku (perpustakaan keliling) dengan daerah yang disasar adalah lokasi lokasi strategis di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

 “ Mereka boleh membaca dan meminjam buku yang nanti di kembalikan tanpa di pungut biaya, “ tuturnya.

Program lain yang telahj dijalanjkannya, yakni program khusus pelatihan komputer, Bahasa Inggris, serta publik speaking.

Menyinggung adanya uluran tangan pemerintah terhadap TBNE, dikatakannya hingga saat ini pihaknya belum disentuh Pemerintah dan otoritas setempat. Namun baginya hal itu bukan soal. Pasalnya dari awal pendirian, pihaknya tak ingin bertumpu pada pemerintah.

Sumber dana untuk biaya operasional TBNE itu didapatkan dengan cara menjajakan kuliner ringan , di pasar,dan kantor pemerintah Mengamen, seperti yang anda (wartawan) lihat, tutupnya. (IN-11/Cr-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com