Hukum & Kriminal

Soal Dugaan Korupsi Terminal Transit Passo, Lagi Jaksa Mintai Keterangan Saksi

het-terminal

Ambon,Maluku – Kasus dugaan korupsi proyek mangkrak pembangunan terminal Transit Passo yang menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 dari Kementerian Perhubungan RI sekitar Rp. 55.000.344.985 yang dikelola secara bertahap oleh Dinas Perhubungan Kota Ambon tak kunjung ada penyelesaiannya.

Proyek yang menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah dari Kementerian Perhubungan RI tersebut berdasarkan realisasi penyelesaian pekerjaannya dimulai tahun 2007 dan ditargetkan proyek tersebut akan terselesaikan ditahun 2015 namun tak kunjung terselesaikan oleh Dinas Perhubungan Kota Ambon.

Untuk itu dalam menelusuri aliran dana yang diduga telah disalah gunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku kembali melayangkan pemanggilan terhadap 13 orang saksi.

18159687_1443585058998110_2125582435_o

Terminal Transit Passo

Kepala Seksi Penerangan Dan Humas (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Maluku, Samy Sapulete kepada Wartawan di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku membenarkan adanya pemanggilan 13 orang saksi itu.

“ Benar, hari sedang dilakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi dari Dinas Perhubungan Kota Ambon yang dipanggil oleh Penyidik Kejati Maluku untuk dimintai keterangan terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan Terminal Transit Passo,” ungkap Sapulete kepada Wartawan di Kantor Kejati Maluku, Selasa (25/04). Saat diminta mengungkapkan siapa saja ke-13 saksi, Sapulete enggan berkomentar.

Namun belakangan diketahui, dari 13 saksi yang diperiksa diantaranya Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Pieter Saimima dan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Ambon, Corneles Patiwaelapia

“Hari ini kami 13 orang pegawai dari Dinas Perhubungan Kota Ambon menjalani pemeriksaan permintaan keterangan dari penyidik Kejati Maluku, yang mana dalam pemeriksaan, ada beberapa berkas yang kami serahkan kepada penyidik Kejati Maluku,” singkat Kadis.

Selain itu, saat ditanyakan mengenai proses tender proyek yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Ambon dengan pihak Konsultan Proyek dalam pembangunan Terminal Transit Passo, keduanya mengakui bahwa untuk pembangunan Terminal Transit Passo, Dinas Perhubungan Kota Ambon melakukan kerjasama dengan 2 kontraktor perusahaan.

“ Untuk pembangunan terminal transit Passo tahun 2007 sampai 2015, Dinas Perhubungan Kota Ambon melakukan kerja sama dengan 2 Kontraktor perusahaan yaitu PT Reminal Sakti selaku Kontraktor pelaksana dan PT Wesitan selaku Kontraktor Perencanaan, untuk kucuran anggaran pembangunan kami tidak mengetahui secara pasti berapa besar anggaran yang dipakai karena yang lebih mengetahuinya adalah Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon saat itu, Angganoto Ura,” tandasnya.

Untuk mengungkapkan kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan terminal transit Passo, Rp 55.000.344.985, sebelumnya Penyidik Kejati Maluku juga telah memeriksa 8 orang saksi dan 13 orang saksi lainya. Total saksi yang telah diperiksa penyidik berjumlah 21 orang. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top