Maluku

Rumah Pusaka dengan usia 4 abad kembali direnovasi

17506375_1859223567673381_1180562884_n

AMBON,MALUKU- Setelah lapuk termakan usia, akhirnya Rumah Pusaka Lating Nustapy direnovasi. Rumah Pusaka Lating Nustapy yang terletak di jantung Negeri Hila, Kabupaten Maluku Tengah tersebut, dibangun sejak 400 tahun yang lalu, saat Penjajahan Bangsa Belanda di Indonesia dan masih berdiri kokoh hingga sekarang.

17807018_1859223521006719_1512313717_nYang direnovasi pada Rumah Pusaka Lating Nustapy yakni Atap Pamali (atap rumah), dan kayu  loteng yang sudah lapuk.
Hal ini diungkapkan oleh keturunan Lating, Said Latul kepada Rohani Vanath dan rombongan ,disela-sela kunjungannya pada hari Kamis (06/04) dalam rangka menemui masyarakat di Negeri Hila.

“Tujuan keluarga besar Lating,Ely dan Laturua di Negeri ini  merenovasi Rumah Pusaka Lating Nustapy adalah kondisinya yang sudah lapuk termakan usia.Atap Pamali sudah harus diganti karena lapuk sejak dibangun 400 tahun yang lalu,”jelasnya.

Rumah Pusaka ini kata Latul, satu mata rumah dengan Kesultanan Ternate.17792713_1859225451006526_1484727695_n Karena ,rumah ini juga bekas Kesultanan juga. Furniture berupa Kursi, Lemari dan lainnya sama persis dengan yang ada di Rumah Kesultanan Ternate. Juga,Al’Quran jaman dulu pun masih tersimpan rapi di rumah itu. Kayu penyangga rumah bersama furniture terbuat dari Kayu Jati Jepara. Jenis lantainya/tehel masuk kategori paling langka didunia, karena tidak ada lagi jenis seperti itu sejak beratus tahun lalu. Dan ,baru sekali ini direnovasi setelah Tsunami Pulau Ambon beratus tahun silam pula.

“Rumah Pusaka tersebut membawahi 16 Negeri,dengan 4 Soa Parentah.Adanya rumah ini,menjadi bukti sejarah berdiri/menyebaran Agama Islam di Pulau Seram.

17506375_1859223567673381_1180562884_nRohani Vanath yang hadir saat pemugaran atap, takjub dan sangat terpukau dengan salah satu peninggalan sejarah Islam ini.

 “Saya terpukau dengan peninggalan sejarah Keluarga Besar Lating Nustapy ini.Salut dan apresiasi setinggi-tingginya karena keluarga masih melestarikan nilai budayanya,adat istiadat serta merawat betul-betul Rumah Pusaka ini.Kesakralannya kental terasa sekali saat kita berada didalamnya,”herannya.

Dijadwalkan,tanggal 16 April mendatang,acara puncak pemasangan atap pamali utama.Dan,akan dihadiri oleh anak/cucu empat soa Parentah Rumah Pusaka Lating Nustapy ini dari seluruh dunia. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top