Ekonomi

Pertumbuhan Kredit UMKM Maluku Didominasi Kredit Usaha Kecil

18142811_1868572303405174_45460722_n

AMBON, MALUKU- Pertumbuhan Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih didominasi oleh kredit usaha kecil sebesar Rp 1,05 Miliar, dan kemudian diikuti kredit usaha mikro sebesar Rp 774,50 Juta serta kredit usaha menengah sebesar Rp 618,39 Juta.

Walaupun demikian, penyaluran kredit UMKM di Provinsi Maluku posisi Februari 2017 secara Year on Year (yoy) tercatat meningkat, namun melambat dibandingkan posisi Januari 2017 (yoy). Peningkatan pada bulan Februari 2017 tercatat sebesar 2,64% (yoy) atau sebesar Rp 62,78 Juta dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya yakni dari Rp 2,38 Miliar menjadi Rp 2,44 Miliar.

Pertumbuhan kredit UMKM ini melambat dibandingkan posisi Januari 2017 yang tercatat sebesar 4,28% (yoy).

“Perbankan perlu didorong untuk meningkatkan penyaluran kredit UMKM yang saat ini memiliki kontribusi sebesar 29,06% dari total kredit atau menurun dibandingkan tahun 2016 yang tercatat pada kisaran 30%,” sebut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku, Bambang Hermanto saat media update bersama para awak media, di ruang rapat kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku pagi ini, Selasa (25/04).

Pada penyelenggaraan Media Update kali ini diterangkan pentingnya penyaluran kredit kepada sektor UMKM. Secara umum dijelaskan, penyaluran kredit perbankan di Provinsi Maluku pada bulan Februari 2017 meningkat sebesar 9,03% (yoy) atau senilai Rp 802,27 Miliar, sedikit melambat dibandingkan posisi bulan Januari 2017 yang tercatat sebesar 9,66% (yoy).

Peningkatan tersebut masih didukung oleh pertumbuhan kredit di beberapa sektor ekonomi produktif, terutama sektor pertambangan dan penggalian yang tercatat meningkat cukup tinggi yaitu sebesar 57,14% (yoy) dari Rp 1,9 Miliar menjadi Rp 2,9 Miliar.

Selain itu tambahnya, juga terdapat peningkatan yang cukup signifikan di sektor pertanian, perburuan dan kehutanan (41,33%) dan sektor industri pengolahan (16,29%). Pasalnya, sementara secara nominal, peningkatan terbesar kredit sektor produktif terjadi pada perdagangan besar dan eceran yang tercatat sebesar Rp 52,45 Miliar.

Menurut Hermanto, penyaluran kredit masih didominasi oleh kredit kepada sektor rumah tangga (kredit konsumtif ) dan bukan lapangan usaha sebesar 69,99% dari total kredit yang pada posisi Februari 2017 meningkat sebesar 13,19% (yoy) atau Rp 789 Miliar.

Kredit kepada sektor perdagangan besar dan eceran tercatat sebagai sektor ekonomi dengan portofolio penyaluran kredit terbesar kedua yakni mencapai 20,51% dari total kredit.

“Meskipun sektor perdagangan besar dan eceran belum menunjukan pertumbuhan yang dominan, namun dari tiga sektor ekonomi yang tumbuh paling signifikan ini, sektor industri pengolahan mencerminkan kegiatan sektor riil yang menghasilkan produk dengan nilai tambah semakin meningkat,” tuntasnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top