Maluku

KM Dorolonda jadi saksi pertemuan dua daerah kakak beradik

17821302_1859531227642615_1167895750_n
Gubernur Maluku dalam sambutannya diatas KM Dorolonda

AMBON,MALUKU – Gubernur Maluku Said Assagaff dan Gubernur Maluku Utara (Malut) KH. Abdul Ghani Kasuba, menandatangani Nota Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerjasama di Bidang Perencanaan, Pembangunan dan Pengembangan Wilayah, di KM Dorolonda, Kamis (6/4/2017).

Nota kesepahaman tersebut, ditandatangani kedua Gubernur, di sela-sela Musyawarah Rencana Pengembangan (Musrenbang) Bersama Provinsi Maluku dan Provinsi Malut, Kamis (6/4), di atas KM Dorolonda, dalam pelayaran dari Ambon (Maluku) menuju Bitung (Sulawesi Utara).

Sebelumnya, dalam sambutannya ketika membuka Musrenbang Bersama ini, Gubernur Maluku Said Assagaff katakan, moment Musrenbang ini sebagai dorongan dalam membangun kerjasama regional dalam menyusun program bersama guna menumbuhkan sektor ekonomi di Maluku dan Malut.

“Melalui forum Musrenbang ini, perlu didiskusikan berbagai permasalahan yang muncul terkait rendahnya kontribusi regional PDB Maluku – Malut dan Papua untuk pendapatan negara. Karena berkaitan dengan kenaikan Dana Alokasi Umum (DAU) dan sumber dana lainnya untuk pembangunan ke depannya,” tandasnya.

17813764_1859531230975948_34819106_n

SKPD Maluku dan Malut diatas KM Dorolonda, Kamis (7/4)

Assagaff lantas menyebut, persamaan kedua wilayah yang pernah berada dalam satu wilayah pemerintahan inilah yang menjadi dasar digelarnya Musrenbang Bersama.

“Musrenbang bersama di atas kapal ini, merupakan perjalanan historis untuk membangun wilayah Maluku dan Malut,” imbuhnya.

Maluku-Malut kata Assegaff memiliki hubungan yang erat secara geologis, geografis, dengan flora dan fauna yang terbentuk dalam ekosistem Wallace, sebagai satu kesatuan Kepulauan Maluku.

Secara geneologis, Assagaff katakan, penduduk Kepulauan Maluku telah tercampur dan membentuk sistem budaya yang mirip, namun tersebar dalam koloni kepulauan yang masing-masing memiliki ciri tersendiri.

Selanjutnya, tentang perencanaan pembangunan Maluku ke depan, dia katakan, akan didasarkan pada karakteristik kepulauan yang didominasi pulau-pulau kecil didukung pemandangan bawah laut yang fantastis dan sejarah historis yang panjang, yang menjadi trend tersendiri dalam pengembangan Maluku ke depannya.

Senada dengan Assagaff, Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba menilai, Musrenbang di kapal ini merupakan sesuatu yang luar biasa, mengingat kedua wilayah pernah bertahun-tahun satu provinsi. Baru tahun 1999, Malut yang waktu itu adalah salah satu kabupaten di Maluku, mekar menjadi provinsi baru.

“Hari ini saya merasa kembali di awal-awal 1990-an saat kita mengandalkan kapal. Ini sesuatu yang luar biasa bagi saya mengingatkan kita bahwa Maluku dan Malut ini adalah kawasan laut, sebab daratanya hanya 20 persen lebih,” ujarnya.

Menurut Kasuba, ini memberikan gambaran, bahwa kita harus kembali ke laut dengan mengelola potensi laut yang begitu besar. Karena itu Musrembang bersama di kapal yang digagas Provinsi Maluku ini, setelah dilihat sekarang ini luar biasa, persaudaraan dibangun kembali.

 “Yang tadinya sempat terputus akses transportasi antara Maluku dan Malut, dari Ternate ke Ambon, sekarang sudah mulai lancar kembali,” ujarnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top