Seram Bagian Barat

Hujan Genangi Desa Buano Utara

17760458_1674406782861280_1807578029_n (1)

SBB,MALUKU- Intensitas dan debet hujan yang tinggi pekan terakhir mengakibatkan genangan air di desa Buano Utara, Kecamatan Waesala, Kabupaten SBB. hujan deras yang terjadi pada Minggu (2/4) pukul 6.00 pagi sampai pukul 14.30 WIT membuat meluapnya air di pemukiman desa Buano Utara itu.

Salah satu warga desa Buano Utara, Kecamatan Waesala, Kabupaten SBB, Abdan Tuhuteru kepada INTIM NEWS menyampaikan hujan dari perbukitan tinggi mengalir ke rawa yang dekat dengan permukiaman warga merupakan penyebab tergenangnya 50 rumah warga di Desa Buano Utara itu.
Olehnya itu, masyarakat Desa Buano Utara meminta kepada otoritas setempat untuk membangun saluran pembuangan dari rawa ke air laut. Kejadian ini ungkapnya, sudah terjadi sebanyak tiga kali dimana terjadi desember 2016, Januari 2017 dan April 2017

Lanjutnya warga desa Buano Utara yang ada di blok 5 dan blok 6 yang berjumlah 360 kepala keluarga yang saat ini tengah terendam air hujan, memilih mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Dinas Perumahan dan Pemukiman

Genangan Air di Dinas Perumahan dan Pemukiman SBB (Foto by INTIM NEWS)

“Sebagian warga terkena gatal-gatal yang diakibatkan oleh banjir, dan sampai saat ini air belum surut dan sebagian rumah masih tergenang air. untuk itu Kami warga Bunao Utara meminta kepada pemerintah kabupaten SBB dalam hal pihak Badan Penganggulan Bencana Daerah agar dapat membantu korban banjir yang ada di Desa Buano utara. kami minta Pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang kerap terjadi saat hujan ini, ” pintanya.

Hujan yang melanda SBB, ternyata tidak saja berdampak di Desa Buano Utara. Namun Desa Piru yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Seram Bagian Barat juga mendapat imbas tingginya intensitas hujan itu.

Salah satunya pada kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang ada di jalan Trans Seram, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat. Genangan air membendung kantor yang berdekatan dengan kantor Inspektorat SBB itu. Tak ayal para ASN setempat pun harus melepas sepatu dan menyingsingkan kain celananya untuk mencapai kantor. (IN-13)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top