Seram Bagian Barat

Hanya di SBB, Jalan Nasional Dibangun Dengan Batang Pohon Kelapa

18175904_1684004661901492_339974700_o

SBB,MALUKU – Jalan dengan status jalan Nasional, mestinya mendapat perhatian pemerintah pusat lewat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, namun hal kontras dapat ditemui di Kecamatan Waesala, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Propinsi Maluku.

Masyarakat Kecamatan Waesala selama ini hidup masih jauh dari kata merdeka, akses jalan yang menjadi penghubung antar desa dan dusun di Kecamatan itu pun tak dapat diakses karena rusak parah. Penderitaan masyarakat setempat diperparah jika cuaca hujan tiba, jalan berlumpur harus ditempuh untuk bisa sampai ke ibukota Kabupaten.

18109582_1684004698568155_821912821_nAlhasil, masyarakat mengambil inisiatif berswadaya memperbaiki jalan dan jembatan dari batang kelapa. Jalan darurat dari pohon kelapa itu dapat ditemui di Dusun Asaude, Desa Waisala, Kecamatan Waesala.

Menurut warga dusun Asaude, Tamrin Retob kepada INTIM NEWS Rabu (26/4) mengatakan aktifitas masyarakat menuju Piru (Ibukota Kab. SBB) dan Ambon (Ibukota Prov.Maluku) terhambat karena jalan yang rusak dan berlumpur.

Kondisi jalan yang rusak dan berlumpur tak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat juga kedaraan roda dua. Tak hanya itu, pejalan kaki pun kesulitan berakses pada jalan lintas Kecamatan Waisala itu.

“ Kami bersama beberapa warga desa Waesala dan dusun Asaude mengambil kebijakan untuk membuat jembatan itu untuk bisa memperlancar aktifitas warga yang bepergian. Jembatan yang kami bangun itu, merupakan swadaya masyarakat yang menyumbangkan paku dan lainnya. mobil Waesala-Piru maupun Ambon juga turut memberikan sumbangan untuk pekerjaan jembatan tersebut, “ terangnya.

“Untungnya masyarakat mendukung pekerjaan kita, hanya swadaya masyarakat setempat kalau tidak, maka pekerjaan kami tidak bisa diselesaikan, “ ujarnya.

Olehnya itu, dirinya berharap Pemerintah Kabupaten SBB dan DPRD SBB serta pemerintah propinsi Maluku untuk menyelesaikan jalan Waisala.

“Kalau bisa di-Sirtu saja, agar masyarakat bisa beraktifitas tanpa ada rasa takut. Kami berharap untuk kesekian kalinya kalau bisa nantinya pembangunan jalan trans Waesala tersebut di kerjakan mulai titik nolnya dari dermaga feri yang ada di Waesala. Kalaupun Tidak, titik nolnya tidak bisa dari pelabuhan feri, maka kami minta ada pengerasan dari jalur yang hancur saat ini, “ pintanya. (IN-13)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top