Kesehatan

Gizi buruk ancam Maluku ?

Gizi Buruk

AMBON, MALUKU- Kasus gizi buruk kembali terjadi di Maluku, kali ini menimpa seorang anak asal negeri Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Gracio Marvin Suitella (Aco) bocah berusia enam tahun ini divonis dokter menderita gizi buruk atau yang dalam dunia medis disebut malnutrisi.

Dianggap tidak parah dan dipulangkan, Aco setahun lalu memang sudah dibawa ke dokter untuk menjalani perawatan dan pengobatan, namun sempat terhenti karena kekurangan biaya perawatan.

“Ini sudah dialami Aco setahun lalu, sedangkan pihak rumah sakit hanya melakukan rawat jalan dikarenakan kurang biaya,” ungkap Maryl Nathalie Simen, Korwil Clerry Cleffy Institue (CCI) Maluku kepada INTIM NEWS di Ambon (10/4).

Menurut wanita yang mengepalai yayasan yang bergerak dibidang psikologi dan kemanusiaan ini, tahun 2016 lalu Aco pernah masuk rumah sakit, dengan jaminan SKPM (Surat Keterangan Tidak Mampu) karena tidak memiliki kartu berobat dari BPJS kesehatan.

“Dokter suruh pulang saja, akhirnya Aco dipulangkan ke kampung ibunya di Wasarisa Kabupaten Seram Bagian Barat. Kurang lebih dua bulan tidak mendapat pengobatan. Agustus 2016 tubuh bocah malang ini bersisik seperti ikan dan timbul bisul besar yang pecah hingga menyebabkan lumpuh,” jelasnya lagi.

Lambatnya penanganan dan memburuknya kondisi Aco, setahun kemudian tepatnya 20 maret 2017, bocah itu dilarikan ke dokter spesialis anak lalu dirujuk untuk mendapat perawatan rumah sakit Tulehu setelah itu keluar lagi karena kondisi baikan. Namun empat belas hari kemudian masuk kembali karena kondisi parah, panas tinggi dengan hemoglobin 5 dan leukosoit 23000.

“Memang Aco harus rawat inap, namun terkendala pada biaya, makanya rawat jalan saja. Dokter sempat tidak melakukan perawatan lanjutan, namun setelah didesak akhirnya dirawat inap kembali, diambil darah dengan leukosit turun dibawah 15000 lalu dipulangkan,” katanya.

Selain Aco, ada pula kasus yang sama yang terjadi di kota Namlea. Namun hingga kini sementara didata dan diusahakan penanganannya.

“Kami dalam minggu ini memang akan ke Namlea, karena memang ada anak yang sama kondisinya dengan Aco masih harud didata dan menanganinya,” terangnya. Untuk diketahui yayasan CCI ini pernah menangani kasus Nahla dari Desa Sepa, Kabupaten Maluku tengah yang menderita kanker tulang ganas yang sudah dioperasi dan sementara melakukan kemoterapy. (IN-02)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top