Militer

Denintel Kodam XVI/PTM Ungkap Penyulingan Batu Sinabar di Ambon

arsip-berita-tambang-emas-ilegal-di-cinnabar-akan-ditutup-liyh2l4

Ambon,Maluku- Larangan penambangan batu Cinabar atau sering dikenal dengan nama Mercury Sulfida atau juga Batu Mars oleh Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Doni Munardo membuat personel Kodam dan jajaran juga turut serta memasung peredaran batu yang didistribusikan dari Seram Bagian Barat itu.

ef1d16042e7a82c694ee8e63361bf8e2Kerja keras Anggota Denintel Kodam XVI/PTM, patut diberikan apresiasi dan penghargaan pasalnya mereka berhasil membongkar peredaran dan distribusi Batu Cinabar di Kota Ambon.

Kendati terhadang cuaca yang tak bersahabat, Anggota Denintel Kodam XVI/PTM, dengan keberanian dan ketelitian mengamankan pelaku Penyulingan Batu Sinabar.

Dalam Realese yang diterima INTIM NEWS, Kepala Penerangan Kodam XIV Pattimura , Kolonel Arhanut (ARM) Hasyim Larhakim menjelaskan, Kamis (20/4/2017) sekira pukul 16.30 WIT, tepatnya di Dusun Ahuru, Desa Batu Merah, RT 003/16 Kec. Sirimau, Kota Ambon, telah ditemukan tempat penyulingan Air Raksa serta pelaku penyulingan materi batu sinabar menjadi air raksa.

Pelaku belakangan diketahui bernama Hendriarto Nau (35) warga BTN Manusela Kebun Cengkeh RT 004/20 Desa Batu Merah, Kec. Sirimau, Kota Ambon, Muhamad Zakaria Riupassa (47) warga Dusun Ahuru, RT 003/16 Desa Batu Merah, Kec. Sirimau, Kota Ambon (pemilik Lahan/rumah) , Muhamad Ibrahim (28) warga BTN Manusela RT 004/20 Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon (pekerja/penyulingan), La Anto (pemikul material). Pelaku saat ini telah diamankan untuk didalami kasus tersebut. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top