Kota Ambon

ADA PUNGLI DI DINAS CATATAN SIPIL SBB ?

uangh

SBB,MALUKU – Pungutan liar diduga kembali dilakukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Seram Bagian Barat. Pungli yang dilakukan oleh oknum oknum tak bertanggungjawab itu, bagaikan jerat yang akan mencekik warga yang berurusan dengan dokumen kependudukan baik Kartu Keluarga, E- KTP dan Akta Kelahiran.

Bayaran untuk mendapatkan dokumen kependudukan yang semestinya gratis, kini harus disetor ke oknum di Disdukcapil SBB sebesar Rp. 200 ribu.  Entah apa yang dilakukan dari hasil “palak”  masyarakat itu.

Pungli dengan tarif yang mencekik leher masyarakat membuat warga merintih. Bukan hanya KTP, namun kartu keluarga dapat dipatok tarif sebesar Rp. 300 ribu.

Menurut warga pemilik E – KTP yang berinisial W.J.L kepada INTIM NEWS Rabu (25/4) dikatakan pembuatan E-KTP dan Akta kelahiran di dinas catatan sipil dikenakan biaya dengan arif cetak KTP berkisar Rp. 200 ribu, sementara untuk Kartu Keluarga dapat dihargai dengan Rp. 300 ribu.

Namun untuk keperluannya, WJL terpaksa memenuhi permintaan pegawai catatan sipil kabupaten SBB yang berinisial OH dengan menyetor 200 ribu untuk E KTP, dan 300 ribu rupiah lagi untuk Kartu Keluarga dan akta kelahirannya. Jumlah yang disetor WJL ke OH sebesar 400 ribu rupiah tersisa 100 ribu yang belum disetor kepada OH seoraang pegawai catatan sipil kabupaten SBB.

Dengan permintaan yang begitu besar WJL terpaksa menjual HP-nya untuk mendapatkan uang agar bisa membayar E-KTP dan Akta Kelahiran yang sudah dibuat dan dipegang oleh OH.

“Karena ada keperluan untuk anak ujian, kalau ada yang tanya akta kelahiran ini bilang dikeluarkan tahun 2015. Karena tahun 2017 belum ada pembuatan yang lain belum bisa buat akta kelahiran,”  Ungkap  WJL menirukan perkataan OH.

Untuk itu, pihak Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) pun diminta untuk menyasar Dinas Kependudukan dan Catatan SBB, agar ada efek jera para ASN nakal itu. (IN-13)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top