Buru

Wow.. Pemkab Buru habiskan 15 M buat gaji honorer

gaji honorer

BURU,MALUKU- Pemerintah Kabupaten Buru setiap tahunnya menghabiskan anggaran sebesar Rp. 15 milyar untuk membayar gaji pegawai honorer. Demikian  keterangan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Achmad Assegaff, Kamis (16/3).

“Setiap tahunnya, pemerintah kabupaten menganggarkan dana senilai Rp.15 milyar untuk membiayai gaji pegawai honorer,”ungkapnya dalam pertemuan bersama Komisi A DPRD Maluku.

Dia mengatakan, anggaran Rp.15 milyar dianggap terlalu besar sehingga tahun ini pihaknya akan melakukan evaluasi. Kendati niat pemerintah daerah melakukan evaluasi, namun segelintir orang ingin memperkeruh suasana daerah jelang perhelatan pilkada tanggal 15 Februari lalu.

Meskipun niat sekelompok orang untuk memperkeruh suasana daerah, namun pihaknya akan tetap melaksanakan mekanisme sesuai dengan UU ASN. “Info yang menguat di khalayak ramai di Buru itu pegawai PTT atau honorer diberhentikan, namun yang benar adalah kita melakukan evaluasi dan validasi. Dan sesuai UU ASN, kita akan tetap melaksanakan itu,”jelasnya.

Evaluasi yang dilaksanakan ini, katanya karena ada kedapatan ketidakpatuhan, sehingga sistem tersebut harus diterapkan. Apabila dalam evaluasi kedapatan ada yang tidak disiplin maka kontraknya tidak lagi diperpanjang.

Assegaff menambahkan, hingga maret ini Pemkab Buru belum mengeluarkan surat perpanjangan kontrak para pegawai honorer, karena BKD Buru belum menyelesaikan proses evaluasi dan validasi itu.

“Mudah-mudahan, kerja BKD dipercepat sehingga kita bisa tahu berapa banyak PTT yang kerjanya diperpanjang,”terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Maluku, Melkias L Frans mengatakan pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya ingin mengklarifikasi laporan masyarakat ke DPRD terkait dengan banyaknya pegawai honorer atau PTT yang diberhentikan sebagai imbas politik 15 februari lalu.

” Kita inginkan agar pemerintah kabupaten bisa menjelaskan informasi atau laporan masyarakat terkait pemberhentian ratusan PTT sebagai imbas Pilkada 15 Februari 2017 lalu,”tutupnya. (IN-04)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top