Ekonomi

Tahun 2016, Kinerja Makro Ekonomi Maluku Membaik

17671243_1854653984797006_1016438583_n

AMBON,MALUKU- Makroekonomi Provinsi Maluku mengalami perkembangan yang menggembirakan. Pasalnya, Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2016 tercatat sebesar 5,91 persen Years On Years (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan III-2016 sebesar 5,52 persen (yoy).

Angka ini juga masih lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 4,94 persen (yoy) pada triwulan IV-2016. Juga, tahun 2016 lalu ekonomi Maluku tumbuh dari 5,48 persen (yoy) di tahun 2015 menjadi 5,76 persen (yoy) atau diatas pertumbuhan ekonomi nasional dikisaran 5,02 persen (yoy).

Penjelasan ini disampaikan oleh Bambang Pramasudi yang menjabat Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Maluku, dalam siaran persnya disela-sela kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi Keuangan Regional dan Perkembangan Perekonomian Terkini di kantornya, Kamis (30/03).

“Selain perkembangan Makroekonomi Maluku, tren inflasi selama 2013-2016 dan tren perkembangan stabilitas keuangan daerah juga membaik,” jelasnya.

Berdasarkan angka lanjut Pramasudi, inflasi tahunan Maluku turun berturut-turut dari 8,82 persen (yoy) di tahun 2013,7,19 persen (yoy) di tahun 2014,6,15 persen (yoy) ditahun 2015, menjadi 3,26 persen di tahun 2016.

“Inflasi yang rendah didukung oleh stabilitas harga pangan. Juga, dari peran tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku, yang terus melakukan berbagai perbaikan struktural pada pasokan komoditas pangan, efisiensi distribusi maupun ketersediaan harga,” tuturnya.

Pramasudi menambahkan, untuk tren perkembangan stabilitas keuangan daerah berdasarkan pertumbuhan aset perbankan Maluku yang terpantau menguat dari sisi pertumbuhan kredit yang didalamnya termasuk kredit konsumsi, investasi maupun modal kerja.

“Perekonomian Maluku diperkirakan akan terus meningkat ke depannya. Hal ini didorong oleh perbaikan kinerja sub-sektor perikanan dan peningkatan investasi di sektor tersebut. Ditambah kinerja konsumsi rumah tangga dan lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) yang diperkirakan menguat, melalui peningkatan upah minimun provinsi (UMP) serta pengaruh Pilkada pada awal Tahun dan event nasional lainnya,” ungkapnya.

Dirinya mengingatkan, meskipun diperkirakan tetap terkendali, resiko peningkatan tekanan inflasi perlu diwaspadai. Karena, tahun 2017 ini diperkirakan ada pada 4,2-4,6 persen, lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 3,26 persen. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top