Pemerintahan

Reshufle kabinet, Richard jangan terapkan politik balas dendam

tess

AMBON,MALUKU- Suksesi Wali Kota-Wakil Wali Kota Ambon usai sudah, pasca penetapan pemenang Pilkada Kota Ambon oleh KPU Provinsi Maluku. Kendati belum adanya signal pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih, rupanya pihak Walang Aspirasi Masyarakat Maluku telah mengendus adanya “Resufle Kabinet” saat pasangan Paparissa Baru resmi menjabat. Untuk itu, Richard Louhenapessy-Syarif Hadler diminta bijak menyikapi sejumlah persoalan yang melatarbelakangi ‘reshufle’ kabinet di birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon nantinya.

Ketua Walang Aspirasi Rakyat Maluku Kristian Sea menilai, PAPARISSA BARU ikon politik pasangan Richard-Syarif tidak mungkin “memaafkan” sepak terjang para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nyata-nyata ‘bermain’ untuk tim lawan saat perhelatan Pilkada Serentak Kota Ambon 15 Februari 2017. Juga mereka tak dapat memalingkan wajah dari para sahabat yang berhianat saat pertempuran politik untuk menduduki Kursi Walikota dan Wakil Walikota.

“Dendam politik ini yang kita kuatirkan. Akan ada banyak pejabat atau ASN di birokrasi Pemkot Ambon yang tergeser, mereka dipangkas rata dengan dalih terlibat politik praktis,” kata Kristian, Senin (20/3) ditemui di Kantor Wali Kota Ambon.

Menurut Kristian, dari komunikasi yang dilakukan dengan tim PAPARISSA BARU, pihaknya mendapat masukan. Bahwa alasan reshufle kabinet PAPARISSA Jilid II ini karena beberapa sebab.

“Antara lain, karena selama Richard turun, terjadi devisit anggaran yang cukup besar. Yang kedua, yah itu tadi, banyak pejabat dan ASN di Pemkot bermain politik praktis saat Pilkada serentak,” katanya.

Namun lanjut Kristian, sekalipun sesuai undang-undang politik praktis dilarang, dia menduga Richard Louhenapessy melakukan merencanakan reshufel karena dendam politik.

“Untuk yang satu ini kita berharap lah agar pa Wali Kota pakai nurani. Aturan ya aturan, tapi main untuk pasangan lain, itu manusiawi. Maksudnya, kalo pejabat yang bersangkutan punya prestasi dan punya komptensi kenapa tidak dipakai? jangan digeser, harapan kita itu,” ujar Kristian. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top