Internasional

Makanan Laut Maluku Bakal Warnai Pameran Terbesar di Amerika Utara

Ikan Kuah Kuning Maluku
Ikan Kuah Kuning, salah satu Seafood Maluku

AMBON,MALUKU- Pameran perikanan yang akan diselenggarakan di New York April mendatang bakal diwarnai berbagai makanan laut dari Propinsi Maluku.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York akan memfasilitasi makanan laut produksi Maluku untuk dipamerkan pada pameran perikanan terbesar di Amerika Utara itu.
Konsul Ekonomi pada KJRI Indonesia (KJRI) di New York, Winanto Ady, saat dikonfirmasi, mengatakan, pameran perikanan merupakan rangkaian kegiatan peringatan 350 tahun pertukaran Pulau Run, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah dengan Pulau Manhattan, New York, Amerika Serikat yang populer dengan Perjanjian Breda.

“Kami akan memfasilitasi seafood produksi Maluku dipamerkan di wilayah kerja KJRI New York,” ujarnya sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Winanto yang berada di Ambon dalam rangka membicarakan peringatan 350 tahun Perjanjian Breda dengan Wagub Maluku, Zeth Sahubura pada 6 Maret 2017 itu mengakui, mengekspor produk perikanan ke Amerika Serikat itu relatif sulit.

“Jadi, sekiranya Maluku bisa menampilkan produksi seafood di pameran untuk memeriahkan Perjanjian Breda dengan peringatan puncak di New York pada Agustus 2017, maka merupakan peluang strategis untuk ekspor daerah ini menembus Negeri Paman Sam dalam jumlah besar,” katanya.

Winanto mengemukakan, mengekspor ikan dari Indonesia ke New York memang agak sulit karena bersaing ketat dengan negara lainnya seperti Thailand, Vietnam, Tiongkok dan lainnya.

“Kesulitan mengekspor ikan ke New York dalam dua tahun terakhir ini memang terjadi. Itu pun jenis ikan tertentu karena dipengaruhi faktor masyarakat tinggal di New York berasal dari berbagai keturunan. Ada otoritas jenis ikan tertentu boleh masuk New York, termasuk ekspor dari Maluku,” tandasnya.

Dia mengakui, nilai ekspor ikan Indonesia ke New York saat ini mencapai 1,3 miliar dolar AS. “Nilai ekspor Maluku 1,3 miliar dolar AS. Jadi, terbuka peluang untuk meningkatkan ekspor Maluku ke New York melalui peringatan 350 tahun Perjanjian Breda,” tandas Winanto.

Sedangkan, Wagub Maluku, Zeth Sahuburua, mengatakan, data dari ekonomi kreatif ternyata hanya satu perusahaan di Maluku yang melakukan ekspor ikan ke Amerika Serikat dan dinyatakan lolos.

“Data ekonomi kreatif Maluku memiliki tiga perusahaan yang ekspor ikan ke Amerika Serikat ternyata dua diantaranya berhenti. Saya mengharapkan KJRI New York memperjuangkan ada ekspor ikan langsung dari Maluku ke Amerika Serikat,” tegasnya.

Perjanjian Breda merupakan penawaran pertukaran Pulau Run dan Pulau Manhattan akibat perebutan sengit dan berdarah antara Vereenigde OostibdischebCinpagnie (VOV) dan sekelompok tentara Inggris pada awal abad ke-17 dipimpin Kapten Nathaniel Courthope.

Kesepakatan itu, Inggris menyerahkan Pulau Run kepada Belanda dan imbalannya Inggris diberikan Manhattan, sebuah pulau yang terletak di sebelas Selatan ujung Sungai Hudson, satu dari lima kota bagian yang membentuk New York. (IN/Ant)

Sumber, Antara News Maluku

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top