Ekonomi

Investasi Maluku Belum Kondusif, Ekonomi Tumbuh Namun Kemiskinan Fluktuatif

Investasi Maluku

AMBON, MALUKU-  Tantangan  pembangunan Maluku masih sangat  banyak. Satu  diantaranya,  yakni   iklim  usaha  dan  investasi  yang  belum  kondusif.  Begitupun  kontribusi pertumbuhan ekonomi Maluku yang  masih didominasi  lapangan usaha seperti pertanian, kehutanan dan perikanan yang hanya  mencapai 24,09%,  kontribusi  industri  pengolahan  juga  rendah 5,3%.

“Kontribusi  ekonomi  Maluku  memang tumbuh, namun kecil. Tantangannya  iklim usaha dan investasi  belum  kondusif, sedangkan  kemiskinan fluktuatif,”  sebut  Sahuburua disela-sela pembukaan  Pra  Musyawarah  Rencana Pengembangan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun Anggaran 2018, di Ambon,  Rabu (29/3).

Selanjutnya, bahan makanan  juga dinilai  sebagai tantangan, masih memberikan andil yang cukup besar terhadap inflasi.

“Tingkat kemiskinan selama lima tahun terakhir cenderung menurun, meskipun masih bersifat fluktuatif, sebagai dampak meningkatnya pengeluaran penduduk untuk kebutuhan makanan,” terangnya.

Pasalnya ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin menyempit, atau tingkat kesejahteraan  semakin  tidak  merata. Selain itu,  pengangguran di Maluku  bersifat kualitatif, meskipun Agustus 2016 telah mengalami penurunan  sekitar 7,05 persen.

“Berbagai  masalah yang teridentifikasi, harapan saya  SKPD  lingkup  Pemprov  Maluku, dalam penyusunan perencanaan  tahun 2018, memprioritaskan program kegiatan yang mengarah pada penyelesaian  masalah  pembangunan  yang  sedang  hadapi  saat ini,  serta  pencapaian  target dan sasaran pembangunan yang  ditetapkan  pada  Rencana Pembangunan Jangka  Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku, ” jelasnya.

Dirinya  berharap  pimpinan vertikal  Maluku,  peka  dan responsif terhadap  permasalahan  daerah yang  sedang dihadapi.  Kegiatan  ini merupakan tahapan rangkaian Musrembang  setelah  sebelumnya juga dilaksanakan Forum Gabungan SKPD Provinsi Maluku untuk sinkronisasi  dan integrasi prioritas daerah  dan  fokus  pembangunan serta  program dan  kegiatan prioritas  pada penyusunan  RKPD Tahun anggaran 2018.

“Pra Musrenbang daerah, bertujuan  melakukan  penyelarasan dan penajaman Program kegiatan, indikator dan target kinerja Provinsi, dengan prioritas pembangunan nasional yang selanjutnya dapat disepakati bersama pada rancangan RKPD Provinsi Maluku Tahun 2018, mencakup program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah yang sinergis dengan arah kebijakan, prioritas dan  sasaran  pembangunan  nasional  serta  usulan  program  dan  kegiatan hasil  Musrenbang  kabupaten atau kota,” tuntasnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top