Nasional

Dituding Cederai Independensi Himpunan, Ini Klarifikasi Ketua Umum PB HMI

75572_722812084553889_8923619854408006383_n
Ketua PB HMI Mulyadi P. Tamsir

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia beberapa pekan terakhir menjadi perbincangan kader HMI. Keterlibatan Ketua PB HMI dalam jalan santai dengan kaos bertuliskan Anies Sandi dan logo HMI dinilai telah mencederai Independensi organisasi HMI.

Baca juga : Ketum PB HMI Dinilai Cederai Independensi Himpunan

Sehubungan dengan itu, Ketua PB HMI pun angkat suara. Baginya apa yang dilakukan olehnya bukan sebuah langkah politisasi HMI pada sebuah politik praktis. Namun apa yang dilakukannya merupakan sebuah respon personal sebagaimana telah diatur dalam konstitusi.

Berikut klarifikasi Ketua PB HMI Mulyadi P. Tamsir.

Sengaja saya tidak memberikan respon beberapa hari terhadap pembahasan yang berkembang akhir-akhir ini untuk mengetahui sejauh mana pengertian, dan pemahaman kader HMI terhadap tafsir independensi. Namun Setelah beberapa waktu saya hanya mengamati, penting kiranya untuk saya tanggapi dan klarifikasi.

Acara tersebut bukanlah acara kampanye yang dilaksanakan oleh partai politik atau pasangan calon kandidat Gubernur/Wakil Gubernur. Namun acara jalan sehat yang dilaksanakan oleh KAHMI Forever Jalan Sehat sebagaimana kegiatan jalan sehat ditempat lain yang pernah kami ikuti.

Kehadiran saya dan beberapa teman lainnya dalam kegiatan tersebut bukan sebagai ketua umum PB HMI namun sebagai pribadi Mulyadi P. Tamsir.

Kami berangkat ketempat acara jalan sehat tidak mengetahui jika akan ada pemberian Kaos KAHMI yang bertuliskan Anies-Sandi, sehingga dari rumah saya mengenakan kaos jalan sehat yang saya dapatkan ketika acara napak tilas di Jogja.

Setelah jalan beberapa lama baru kemudian bertemu dengan beberapa senior Alumni HMI dan memberikan kaos tersebut dan meminta saya mengenakan kaos tersebut. Untuk menghargai para senior, dengan penuh kesadaran saya mengenakan kaos tersebut dengan pertimbangan bahwa, secara pribadi (Bukan atas nama Ketua Umum PB HMI), sebagai bagian dari ummat Islam saya mendukung langkah KAHMI untuk mendukung Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta. Karena saat ini, Anies – Sandi bukan hanya representasi partai pendukung namun lebih pada representasi perjuangan ummat Islam dan sebagai bentuk perlawanan terhadap kedzoliman yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama terhadap ummat Islam.

Saya tidak pernah terlibat sebagai tim kampanye siapapun dan bahkan dalam proses pencalonan tidak pernah bertemu pasangan calon dari manapun.

Jika secara pribadi saya memiliki kecenderungan kepada pasangan Anies – Sandi bukan karena ada ikatan atau komitmen personal. Namun lebih pada ingin melaksanakan perintah Alquran dan sebagai bentuk komitmen perjuangan HMI bersama ummat Islam.

Saya mengetahui siapa saja orang-orang yang dengan sengaja menyebarluaskan isu tersebut, mereka yang membela orang-orang yang melakukan aksi 412 dan kemudian diberi sanksi oleh PB HMI. Dan saya berharap kader HMI tidak terprovokasi pada infiltrasi yang sengaja dilancarkan untuk melemahkan posisi PB HMI di mata kader dan keluarga besar.

Jika dengan rasionalitas teman-teman dikarenakan beda pemahaman akan makna tafsir independensi HMI maka dengan kebesaran hati menghargai pandangan dan pendapat teman-teman dan mempersilahkan untuk menempuh mekanisme yang telah diatur dalam konstitusi kita. Bukannya dengan membuat opini di media masa yang dapat menjadi konsumsi publik secara luas dan dapat mendegradasi posisi organisasi di mata ummat Islam dan rakyat Indonesia. (IN-01/IN-05)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top