Kesehatan

Dinkes SBT Santuni Balita Penderita Gizi Buruk

PASIEN GIZI BURUK SBT

BULA,MALUKU- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seram Bagian Timur pada Selasa pekan kemarin menyantuni dua balita penderita gizi buruk yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula.

Penyerahan bantuan berupa makanan bernutrisi, susu dan sejumlah uang itu diserahkan langsung oleh kepala Dinas Kesehatan Seram Bagian Timur, M. Abas Rumatamerik kepada orang tua dari Rasya Warnangan dan Mujuna Sehwaky dua balita yang mengalami gizi buruk tersebut.

17571322_1134728696639451_778602662_oRasya (11 bulan) dan Mujuna (10 bulan) ditemukan menderita gizi buruk pada tanggal 8 Maret 2017 oleh tim dari dinas Kesehatan SBT dan bank Syariah Mandiri Bula saat melakukan kegiatan pengobatan gratis di Puskesmas Kataloka, Kecamatan Pulau Gorom, SBT.

“Setelah ditemukan kemudian dilaporkan ke Dinas kesehatan saya langsung perintahkan untuk segera dirujuk ke RSUD Bula. Ditemukan tanggal 8 Maret kemudian tanggal 10 Maret langsung dirujuk ke RSUD Bula, “katanya.

Dikatakan, saat ditemukan kondisi kedua balita penderita gizi buruk itu sangat memprihatinkan. Berat badan Rasya Warnangan saat ditemukan hanya 3,2 Kg dan Mujuna Sehwaky 4,2 Kg. Kondisi berat badan seperti itu bila tidak tertangani dengan baik akan berakibat fatal. Kini setelah menjalani proses perawatan dari tanggal 10 Maret hingga saat ini, berat badan kedua pasien telah mengalami peningkatan yang signifikan, yakni Rasya dari 3,2 Kg menjadi 3,3 Kg. sedangkan Mujuna dari 4, Kg menjadi 4,4 Kg.

“Harapan kita mudah-mudahan dari hari ke hari mengalami perkembangan fisik yang lebih baik. Selain dari lintas sektor kita juga berusaha semaksimal mungkin untuk membantu pemulihan berat badan dua balita itu, “ungkapnya.

Kata Rumatamerik, pihaknya berupaya dan terus melakukan kontrol agar kondisi kedua balita bisa normal kembali. Selain upaya pemulihan kedua balita, orang tua juga diberikan bantuan makanan bernutrisi agar bisa menyusui dengan baik.

“Kita upayakan kasih bantuan berupa susu, makanan tambahan bernutrisi dan uang, tidak hanya untuk si balitanya tapi untuk ibunya juga kita kasih,“ katanya. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top