Kesehatan

Darurat TBC, 12 Kasus TB Ditemukan di Puskesmas Kei Kecil

A man with a rare and exceptionally dangerous form of tuberculosis has been placed in quarantine by the U.S. government after possibly exposing passengers and crew on two trans-Atlantic flights earlier this month, health officials said Tuesday. (AP GRAPHIC)

LANGGUR, MALRA – Untuk mencapai pelayanan dasar yang lebih efektif, Kepala Puskesmas Kecamatan Kei Kecil (KeKe) desa (ohoi) Ibra, Theresia Maria Fodubun menerapkan sistim pelayanan kesehatan dari rumah ke-rumah.

“Pelayanan dasar yang kami lakukan seperti biasanya, kalau ada pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan maka kami layani dengan memeriksa dan memberikan obat sesuai dengan jenis penyakit yang dideritanya”, ungkap Fodubun kepada INTIM NEWS Maluku diruang kerjanya usai menerima tim Sidak Kecamatan Kei Kecil, Senin (20/3).

Kepala Puskesmas Kei Kecil

Theresia Maria Fodubun

Disinggung tentang jenis penyakit menonjol pada wilayah kerjanya, Dia katakan, dari hasil capaian program pelayanan kesehatan kerumah-rumah, jenis penyakit yang paling menonjol adalah TBC. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium Tuberklosa, bakteri ini menyerang siapa saja pria maupun wanita tanpa memandang usia. Dan biasanya penyakit TBC sering menyerang pada usia rata-rata 15-35 tahun, boleh dibilang usia masih produktif.

Umumnya penyakit TBC menular melalui udara, dan biasanya bakteri mikobakterium tuberklosa terbawa pada saat seseorang batuk lalu mengeluarkan dahak. Bahayanya jika bakteri selalu masuk dan terkumpul dalam paru-paru, maka bakteri ini akan berkembang biak dengan cepat apalagi yang mempunyai daya tahan tubuh rendah. Apabila sudah terjadi infeksi maka dengan mudahnya akan menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Terjadinya infeksi TBC dapat mempengaruhi organ tubuh lainnya seperti otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan biasanya yang paling sering terserang yaitu paru-paru.

Dan dari hasil capainya, kata dia, sudah sebanyak 8 (delapan) orang penderita positif batuk dahak, sedangkan untuk ronseng ada 12 penderita dalam satu tahun kemarin. Hal itu disebabkan animo masyarakat yang kurang menjaga kesehatannya. Olehnya itu, Dia menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan lingkungannya dengan baik, sehingga kesehatannya tidak terganggu dan tidak mudah terserang penyakit. (IN-12)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top