Seram Bagian Barat

11 SKPD Siap Kucurkan Dana Untuk Kecamatan Manipa

_Gubernur-Maluku_Ir Said-Assagaf

SBB,MALUKU- Rapat kerja daerah (Rakerda) yang oleh Gubernur Maluku Said Assagaff sengaja diselenggarakan di kampung atau desa, menjadi berkah bagi tempat penyelenggaraannya. Setidaknya itu dibuktikan di Desa Tumalehu Barat, Kecamatan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Selasa (14/3). 11 Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berjanji akan mengucurkan dana untuk kawasan tersebut.

Sebelumnya, pada Rakerda yang juga dihadiri Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dan Penjabat Bupati SBB Ujir Halid ini, Gubernur mempersilahkan seluruh elemen masyarakat Manipa yang berasal dari tujuh (7) desa dan 11 dusun di kecamatan ini, untuk memberikan aspirasi permasalahan apa saja yang ada dalam masyarakat dan butuh bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk mencarikan solusi atau menanganinya.

Sejumlah masalah lantas mengemuka, terutama yang berkaitan dengan peningkatan perekonomian masyarakat di kecamatan tersebut. Dari sektor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ada permintaan masyarakat terkait infrastruktur jalan dan talud.

Dari 50 kilometer jalan lingkar Manipa yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten SBB, Kepala Dinas PUPR Ismail Usemahu yang diminta Gubernur merespon permintaan tersebut, menjanjikan di tahun 2018 akan menyiapkan Rp. 5 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang lima (5) kilometer. Lalu akan membangun talud di Desa Tomalehu Timur dan Jembatan di Desa Aman Jaya.

“Sebenarnya jalan 7 kilometer yang diminta tadi itu, menjadi kewenangan Dinas Pu SBB. Tapi untuk mendukung perekonomian masyarakat di kecamatan ini, kami akan membantu membuat lima kilometer. Rencana ini akan menjadi prioritas kami di tahun 2018,” tandas Usemahu.

Lalu mengenai permintaan agar listrik di kawasan tersebut bisa menyala selama 24 jam (saat ini hanya 12 jam), Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Martha Nanlohy, langsung menjanjikan akan membantu 1 buah paket genset dengan total biaya Rp.1 miliar, yang bakal dianggarkan di tahun 2018. Nanlohy juga berjanji, tahun depan pihaknya akan melakukan survei terhadap potensi gamping yang ada di Manipa.

Sedangkan untuk permintaan adanya SPBU di kawasan ini, Nanlohy menilai, untuk Manipa sebenarnya hanya membutuhkan APMS, dan kuotanya harus ada izin dari BPH Migas, Kementrian ESDM.

Dari sektor perikanan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Romelus Far-Far menjanjikan akan memberikan tujuh  pancing tonda untuk 7 desa yang ada di kecamatan ini. Ketujuh pancing tonda tersebut, menurut dia, masih dalam proses tender.

“Kami juga telah menyediakan anggaran Rp.700 juta untuk bantuan pancing tonda, serta pasar perikanan yang sudah ditetapkan di daerah Pelita Jaya, dimana kapal akan secara mobile mengangkut hasil perikanan yang ada di Manipa,” terangnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Diana Padang, mengungkapkan di tahun ini pihaknya sudah memprogramkan bantuan untuk masyarakat di kecamatan, antara lain pengembangan jagung untuk 350 hektar, perkebunan untuk 5 desa diantaranya Desa Tumalehu Barat, Kelang Asaude, Buano Hatuputi, Luhu Tubang untuk 30 hektar bibit 30 hektar dan 20 hektar bibit pala.

Lantas Kepala Dinas Parawisata Habiba Saimima, menjanjikan akan menyiapkan konsultan untuk mendesain parawisata di Manipa, sekaligus mempromosikan dan membuka paket wisata ke kawasan ini. Sehingga wisatawan baik domestik maupun manca negara akan lebih mengenal parawisata yang ada di Manipa.

Ada juga Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Saleh Thio, yang menyatakan bantuan pendidikan disiapkan bagi Kabupaten SBB mencapai Rp.3.929.226.500, sedangkan untuk Kecamatan Manipa akan dibangun 6 Ruang Kelas Baru (RKB), untuk tiga sekolah diantaranya SMA Negeri Pulau Manipa dan SMA Negeri 2, masing 2 RKB.

“Bantuan yang diberikan lebih ditekankan untuk pendidikan menengah SMA/SMK-sederajat, karena SD dan SMP merupakan kewenangan pemerintah kabupaten,” terangnya.

Sementara untuk tunjangan honor, Thio katakan, guru honor yang terdata sampai saat ini mencapai 3.900 orang. Untuk itu pihaknya sampai saat ini masih melakukan analisis kebutuhan sesuai kondisi yang ada di sekolah masing-masing.

“Guru honor provinsi mencapai 1.500 orang sesuai kuota. Sampai saat ini kuota tersebut masih penuh sehingga belum bisa dilakukan penambahan,” ujarnya.

Yang berikut, Kadis Kesehatan Maluku Dr. M. Pontoh, yang mengatakan tahun ini ada sekitar 45 tenaga bidan dan 1 tenaga dokter PTT yang ditempatkan di Kabupaten SBB. Dimana 1 dokter tersebut nantinya akan ditempatkan di Manipa dibantu beberapa tenaga medis.

“Kami juga merencanakan untuk membangun Puskesmas Rawat Inap, namun rencana tersebut sementara terhenti. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten agar Puskesmas Rawat Inap bisa kembali dikerjakan, ” ujarnya.

Dia mengakui, tingginya angka kematian di kecamatan Manipa dikarenakan akses pelayanan kesehatan yang jauh, serta kurangnya infrastruktur dan sarana prasarana kesehatan yang kurang. (IN-15)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top