Kota Ambon

Astaga… Kawasan kumuh Kota Ambon 102, 64 Hektare

ilustrasi kawasan kumuh
Ilustrasi Kawasan Kumuh

AMBON,MALUKU – Koordinator Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kota Ambon, Petrus Tuny mengaku dalam tahun ini pihaknya sementara memproses seluruh tahapan yang dimulai dengan Rencana Penataan Lingkungan Pemukiman (RPLP). Dia mengatakan, proses penyiapan dokumen mulai dari perencanaan penanganan wilayah kumuh skala kota memiliki empat agenda konsultasi publik yang mesti dilakukan. Lebihnya, KOTAKU lebih mengarah pada konsep pemaparan dan strategi penanganan wilayah kumuh.

“Hampir seluruh kecamatan di Kota Ambon memiliki kawasan kumuh dan akan dibagi berdasarkan tipologi yang disesuaikan dengan konsep dan strategi yang di susun,” ucap Tuny kepada media ini di Balai Kota Ambon, Senin (20/2).

Dia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Tentang Kawasan Permukiman, maka kawasan permukiman terbagi atas lima tipologi diantaranya. Tipologi Daerah Tepi Air, Tipologi di Atas Air, Tipologi daerah dataran rendah, Tipologi Perbukitan dan Tipologi daerah rawan bencana.

Tuny mengatakan, sesuai SK Walikota Ambon tahun 2014 dan melalui analisa terhadap 15 desa kelurahan di Kota Ambon yang menjadi target rehabilitasi, dan termasuk dalam 3 tipologi.

Ditambahkan, jika tidak hambatan dalam pengurusan dokumen perencanaan maka dipastikan Bulan Juni – Sepetember 2017 sudah ada pencairan anggaran dari Kementrian Perumahan Rakyat dan Kawasan Pumukiman, dimana luas lahan kawasan kumuh di Kota Ambon 102, 64 hektare yang tersebar pada lima kecamatan yang juga dikategorikan pada kalster atau kategori, yakni kategori kumuh berat, kumuh ringan dan kumuh sedang.

“Pembahasan dan perencanaan serta skenario peniadaan kawasan kumuh di Kota Ambon merupakan kebutuhan, sehingga keterlibatan pemangku kepentingan baik Pemerintah, LSM, serta Akademisi diharapakan dapat membantu program pemerintah untuk menjadikan Kota Ambon 0 persen kumuh tahun 2019,”tandasnya. (IN-04)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top