Maluku Tenggara

9 Indikator Pembangunan Jadi Prioritas Musrenbang KKKTS

Asisten I Sekda Maluku Tenggara, Drs. Abdul Hamid Ingratubun

MALRA,MALUKU- Sedikitnya ada sembilan indikator pembangunan jadi prioritas Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrembangcam) Kei Kecil Timur Selatan (KKKTS) yang dibuka oleh Asisten I Sekda Maluku Tenggara, Drs. Abdul Hamid Ingratubun, Jumat (24/2).

Dalam sambutan Bupati Malra, yang dibacakan oleh Assisten I, dikatakan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) saat ini diperhadapkan dengan sistem pembangunan yang disebut E-Planing. Sistem ini akan menjamin konektifitas perencanaan pembangunan ditingkat terendah sampai tingkat tertinggi di daerah. Apabila perencanaan yang dibuat akan sesuai dengan renstra dan RKPD, maka  otomatis, sistem E-Planing akan menolaknya.

Selain itu, melalui sistem ini pula visi dan misi pembangunan daerah 2013-2018 akan dapat dicapai melalui perencanaan yang berkesinambungan dan tersistematis, jelas Asisten I Abdul Hamid Ingratubun saat membacakan sambutan Bupati pada acara pembukaan Musrenbangcam tersebut.

Peserta Musrenbang MALRA

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan , Jumat (24/2)

“Saya mau katakan, bahwa untuk mewujudkan visi tersebut, kita telah bersepakat bahwa, prioritas pembangunan harus kita arahkan pada 9 (sembilan) indikator pembangunan yakni, penanggulangan kemiskinan, peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, peningkatan kapasitas infrastruktur daerah, peningkatan daya saing ekonomi, pemantapan otonomi daerah dan good governance, pengembangan kualitas kehidupan beragama dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, disamping beberapa prioritas lainnya seperti sektor pengembangan pariwisata, yang patut kita dorong bersama”, bebernya.

Untuk mewujudkan visi tersebut sesuai idikator pembangunan yang telah disepakati bersama maka, potensi-potensi Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan harus memaksimalkan mekanisme perencanaan yang terstruktur. Perencanaan harus dibuat dengan basis kinerja sehingga menyentuh langsung ke-masyarakat.

“Saya tegaskan, perencanaan ini harus disusun berdasarkan data akurat, bukan  prediksi”. tegasnya.

Dengan demikian, perencenaan akan dapat berhasil apabila penentuan prioritas pembangunan juga harus diikuti dengan perhitungan yang cermat tentang target hasil, manfaaat dan dampak yang hendak dicapai oleh setiap SKPD. Karena prinsip perencanaan ini adalah bukan pada apa yang akan kita kerjakan, tetapi apa yang hendak kita capai nantinya bagi kesejahteraan raky

at yang mendiami bumi Larwul Ngabal. (IN-12)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top