Maluku Tenggara

Replika Patung KS Akan Digelar Kembali

Karel-Sasuit-Tubun-bw-253x300

Karel-Sasuit-Tubun-bw-253x300

Malra,Maluku –  Tiga replika patung pahlawan nasional Karel Sadsuitubun (KS) asal Kabupaten dengan Julukan Larwul Ngabal (Maluku Tenggara red-) akan kembali dipamerkan kepada publik pada tahun 2017 di Ohoi,  Rumadian kampung kelahirannya.

Pemerintah Kecamatan Manyeuw selaku penyelenggara pameran menyatakan, replika patung Karel Sadsuitubun itu dipamerkan atas desakan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara.

 “Tiga relika patung ini dipamerkan saat puncak acara Festival Pesona Meti Kei tanggal 22 Oktober kemarin dan menyedot perhatian masyarakat luas termasuk wisatawan,” kata Antonius Tony Watratan, pencipta sekaligus desain artistik yang merancang tiga replika patung di Langgur belum lama ini.

Dia jelaskan, atas desakan masyarakat termasuk para wartawan media lokal dan nasional yang meliput saat itu, maka pamerannya akan dibuka lagi di Ohoi Rumadian. Dan rencananya, pamaren bertema “Selamat Datang di Negeri Pahlawan Revolusi Aip II Anumerta Karel Sadsuitubun” itu gelar nantinya di tahun 2017 ini.

Replika patung sang pahlawan dibuat dalam tiga jenis, satu mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDUP), dan dua lainnya mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Menurut Antonius, untuk membuat patung-patung itu dia menggunakan tiga orang siswa dari SMA Negeri di Kei Kecil sebagai model.

 “Untuk mendapatkan tiga siswa yang dinilai memiliki karakter seperti Karel Sadsuitubun dilakukan seleksi selama satu minggu, melibatkan sedikitnya 120 siswa,” katanya.

Tiga model yang terpilih diantaranya Laurensius Rentanubun, anggota Paskibraka Nasional pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2016 di Istana Negara.

Tambah dia, alasan dirinya menggunakan tiga siswa sebagai model patung Karel Sadsuitubun adalah untuk menanamkan sifat-sifat kepahlawanan dalam diri generasi muda Maluku Tenggara bumi Larwul Ngabal sejak dini.

 “Jadi yang terpilih itu kami nilai bisa mewakili pemuda energik dan heroik serta memiliki nasionalisme tinggi,” katanya.

Seperti diketahui, Karel Sadsuitubun termasuk pahlawan yang ikut menjadi korban peristiwa G30S PKI pada 1965. Dia dilahirkan tanggal 14 Oktober 1928, dan dijadikan Pahlawan Revolusi pada 5 Oktober 1965 dengan Keppres No. 114/KOTI/1965.

Pada 1941 Karel lulus dari Sekolah Dasar dan langsung mendaftarkan diri di Kepolisian. Setamat mengikuti pendidikan kepolisian, Karel diangkat menjadi polisi dengan pangkat Agen Polisi Tingkat II dan kemudian ditempatkan dalam kesatuan Brigade Mobil (Brimob) di Ambon. Setelah dimutasi ke Jakarta, Karel ikut operasi militer Pembebasan Irian Barat dari Belanda. Ia lalu diberi tugas mengawal kediaman wakil perdana menteri Dr. J. Leimana yang membuat pangkatnya naik menjadi Brigadir Polisi. Kemudian Karel Saduitubun tewas dalam baku tembak dengan gerombolan yang akan menculik Jenderal A.H Nasution, yang tempat tinggalnya bersebelahan dengan kediaman Waperdam J. Leimena. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
To Top