Maestro

Frans Kaisiepo Sang Penggagas Nama Irian

Frans Kasiepo

 

Nama Frans Kaisiepo akhir akhir ini telah menjadi viral di dunia maya saat wajahnya diapresiasi dalam lembar uang Rp. 10.000. Frans Kaisiepo merupakan nama salah satu pahlawan nasional dalam 12 pecahan mata uang NKRI baru yang diluncurkan akhir tahun 2016.

Nama akbar Frans Kaisiepo telah diabadikan pada bandara di Biak, Papua, tanah kelahirannya. Serta diabadikan sebagai nama kapal perang Indonesia, yakni KRI Frans Kaisiepo 2010 lalu.

Masyarakat juga mengenalnya sebagai Gubernur Irian Barat ke-4 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, yakni pada 1964-1973. Frans juga, sebagai pelopor nama Irian, yang artinya semangat persatuan masyarakat agar tidak mudah untuk takluk di tangan Belanda.

Meski banyak yang meyakini kata IRIAN yang keluar dari mulutnya merupakan singkatan dari “Ikut Republik Indonesia Anti Netherland”.

Siapa sebenarnya sosok yang diabadikan dalam pecahan uang kertas Rp.10.000 ini ?

Frans Kaisiepo merupakan pahlawan kemerdekaan RI di Papua, yang dulunya bernama Irian. Beliau merupakan putra kelahiran Biak, Papua, pada 10 Oktober 1921.

Dalam konferensi Malino di Sumatera Utara pada 1946, dia merupakan satu-satunya perwakilan Papua. Dalam konferensi tersebut, dia mengusulkan nama Papua diganti jadi Irian.

Selang satu tahun, tekanan Belanda di Papua meningkat sehingga pecah perang di Biak. Frans menjadi tokoh penting pergerakan anti-Belanda. Sikap anti-Belanda ini dia tunjukkan dengan menolak dipilih sebagai wakil Belanda di Konferensi Meja Bundar (KMB).

Gara-gara penolakannya, dia harus merasakan pahitnya menjadi tahanan pada periode 1954 – 1961.

Pada 1971, dia menjadi pendiri Partai Politik Irian. Misi utama dari pembentukan partai tersebut adalah agar supaya wilayah nugini bisa bersatu dengan Indonesia.

Pada 1972, Frans didapuk menjadi Anggota, Kepemimpinan Hakim Tertinggi, Dewan Pertimbangan Agung RI.

Dia menjabat Gubernur Irian Barat ke-4 hingga 1973, sebelum akhirnya tutup usia pada 10 April 1979.

Atas jasa dan perjuangannya terhadap tanah Papua dan kemerdekaan Indonesia, Pemerintah RI menganugerahi Frans yang juga pahlawan Trikora ini dengan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 077/TK/Tahun 1993 tanggal 19 Agustus 1993.

Karena dianggap kurang familiar dalam jajaran pahlawan Indonesia membuat masyarakat bertanya-tanya tentang dirinya. Berbagai komentar miring menghiasi laman media sosial tentang Frans Kaisiepo. Namun, tak jarang juga yang membela sosok pahlawan penggagas pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua.

Diambil dari berbagai sumber

Print Friendly, PDF & Email
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com